Your Smile

0
331

Aku menulis.
Karena asyik membaca senyumanmu.
Begitulah kiranya, hingga hari ini.
Aku masih ingin menulis sajak dari senyumanmu.

Maafkan aku.
Jika aku selalu mencuri arti dari senyum itu.
Senyum yang ku nikmati dari kejauhan.
Ku terjemahkan begitu indah.
Aku hanyut.
Namun aku juga terluka.

Sering kali aku menguatkan diri.
Bahwa aku sedang terpesona padamu.
Seseorang yang tak mungkin bagiku.
Yang selalu ku andai-andaikan di dalam mimpi.
Tetapi, saat aku membuka kedua mataku.
Aku sadar, kenyataan tak seindah harapanku.

Aku ingin berlari.
Jika perlu, aku ingin menciptakan dunia yang baru.
Agar senyum yang selalu membayangiku.
Hilang tak meninggalkan bekas.

Dan sejatinya, rasa ini akan meninggalkan jejak.
Lewat tulisan-tulisan yang telah lalu.
Aku mengenangmu.
Tanpa kau harus mengetahuinya.
Aku merangkulmu.
Dari ku, wanita biasa yang mencintaimu di dalam diamnya.

Yang berhasil kau curi detak jantungnya.
Saat kau hadir.
Menuangkan senyum melalui gambar dirimu.
Entah kau tersenyum untuk apa.
Semoga, kau tersenyum karena membaca tulisanku.
Sedangkan sekali lagi.
Aku menulis karena membaca senyumanmu.

Comments

comments

LEAVE A REPLY