Untukmu…

0
346

Untukmu…
Yang belum ku ketahui namanya
Yang belum ku kenali wajahnya
Yang takkan pernah tertukar
Yang telah tertulis 50.000 tahun yg lalu
Di lauhul mahfudzku

Aku tak tahu dimana kau kini
Entah kau orang yang setiap hari kutemui
Entah kau orang yang sepintas kutemui
Entah kau orang yang pernah kutemui
Entah kau orang yang belum pernah kutemui
Entah kau orang yang sama sekali tak terlintas di pikiranku

Semua itu tak perlu ku khawatirkan, bukan?
Karena pada akhirnya kau akan kembali

Saling menanti memang tak singkat
Namun kita tak perlu gelisah
Kita hanya perlu bermusahabah
Perbaiki diri benahi hati
Tak lupa isi penantian ini
Dengan menanam iman dalam diri

Untukmu…
Meskipun ku belum mengenalmu
Namun sosokmu selalu terselip dalam bait doaku
Meskipun perasaan ini belum sampai padamu
Namun tak pernah lupa kutitipkan rinduku pada Rabb-ku

Biarkan aku mencintaimu dalam diam
Agar aku tak mengusik ibadahmu
Biarkan aku menahan rindu ini
Agar aku tak menggoyahkan imanmu
Biarkan aku tersembunyi
Agar aku tak menambah dosamu

Untukmu…
Jangan nodai masa penantianmu dengan pacaram
Jangan zina mata, lisan, dan hati
Allah tak suka, Allah murka
Janganlah mendekat, biarkan Allah yang dekatkan

Aku tak akan memandangmu dari masa lalumu
Bukankah kita hidup untuk masa depan?
Yang terpenting, perbaiki diri
Tetaplah menjadi manusia taat
Sekalipun tak ada manusia yang melihat
Bukankah dengan taat kita menjadi selamat?

Sekali lagi,
Tak usah khawatir
Dengan kehendak-Nya, kita pasti bertemu
Dengan cinta-Nya, kita menyatu tanpa sejuta ragu
Dengan kasih-Nya, kita terikat cinta yang halal

Kelak,
Jika kita menyatu
Kuingin kau jadi penuntunku
Pembimbingku, pengingatku
Jadilah seorang imam
Yang tak henti mengingatkanku
Yang tak bosan menegurku
Jika aku lalai di jalan-Nya
Kita tidak ingin bahagia hanya di dunia, bukan?
Kita harus membangun rumah di syurga
Menggapai kebahagiaan kita yang sesungguhnya
Kebahagiaan yang tiada taraπŸ’•

Sincerely,
JodohmuπŸ’• .

Teruntuk Muslimah Yuk Follow πŸ’•
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡
Tempat muslimah berbagi kisah.

Comments

comments

LEAVE A REPLY