Perpisahan denganmu adalah cara Allah mempertemukan aku dengan jalan hijrah

0
1714

Mungkin tugasmu dihidupku sudah selesai.
Begitupun tugasku dihidupmu sudah selesai.
Karena, kamu tak pernah bahagia bersamaku. Dan apa yang kamu cari tidak ada di dalam diriku

Cinta hanya bisa dibuktikan dengan dua jalan. Menghalalkan atau mengikhlaskannya.
Dan aku membuktikan itu dengan belajar mengikhlaskanmu.
Belajar untuk memaafkan semua kesalahanmu. Sebagaimana aku berharap orang lain yang pernah tersakiti karena aku memaafkanku.
Membenci hanya akan mengukung hidupku.
Yang perlu aku sadari, semua yang terjadi dihidupku sudah ada di dalam skenario Allah.
Termasuk tentang pertemuan dan perpisahan denganmu

Aku tak pernah menyesali pernah menyayangimu
Aku bersyukur sempat mengenalmu.
Aku bersyukur akan hadirnya dirimu di hidupku.
Tak ada yang sia-sia, begitupun pertemuan denganmu.
Allah ingin aku belajar lewat dirimu.
Lewat perpisahan itu aku belajar banyak hal.
Tentang Mengikhlaskan, melepaskan, memaafkan, untuk sabar dan yakin jika rencana Allah lebih indah dari sekedar inginku.
Perpisahan denganmu adalah pertemuan dengan hijrahku.
Lewat jalan hijrah yang kini kutapaki, aku berusaha menjaga hidayah dengan keistiqomahan.
Aku belajar banyak hal.
Aku pun mulai menyadari banyak hal.
Termasuk, tentang kita ‘dulu’,
Bukan karena rasa itu yang kusesali. Tapi, karena jalan meng-ekspresikan cinta itu yang salah.
Jika hingga sekarang aku masih bersamamu dalam ikatan tak halal itu, mungkin aku akan semakin merasa memiliki dan semakin takut kehilangan. Dan itu salah. .

Sebelum semua terlalu jauh. Allah kembalikan aku ke jalan-Nya, dengan Allah patahkan hatiku, Allah buka mata dan hatiku.
Dirimu terlalu banyak menyita pikiranku.
Aku seakan lupa jika ada DIA yang seharusnya menempati seluruh hati dan pikiranku.
Aku berjalan tapi tak tahu tujuan.
Dan satu-satunya tujuan adalah Allah.
Tentang rasa ini, biar jadi kerahasianku dengan-Nya.

Aku belajar memaafkan masa laluku. Memaafkan diriku dan mencoba kembali bangkit dari sakit yang sempat memenjarakanku.
Dari “dulu” aku belajar untuk menempa diriku yang “sekarang”
Terimakasih untukmu…
Semoga kita selalu bahagia di dalam keridhoan-Nya 😊

Comments

comments

LEAVE A REPLY