Sejatinya musibah adalah sahabat sejati manusia.

0
412

Sejatinya musibah adalah sahabat sejati manusia. Setiap manusia hidup di dunia pasti akan menjumpai musibah pada hartanya, dirinya, dan agamanya yg kadarnya berbeda-beda sesuai dgn takdir Allah Ta’ala.

Allâh Ta’ala berfirman yg terjemahannya: “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”. (Qs al-Anbiya/21:35)

Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata: “(Makna ayat ini) yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dgn bencana dan terkadang dgn kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yg ingkar, serta siapa yg bersabar dan siapa yg berputus asa”

Sebagai umat Islam, hendaknya kita meyikapi setiap musibah sesuai dgn tuntunan syariat. Sungguh Allah ‘Azza wa Jalla tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya terbengkalai, tidak terurus. Oleh karena itu, Allah ‘Azza wa Jalla mengajarkan kepada kaum Muslimin bagaimana cara menghadapi ujian tersebut

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yg demikian itu termasuk urusan yg patut diutamakan”. [QS. Ali ‘Imran/3:186]

Ya.. hanya dengan sabar dan takwa-lah obat terampuh dalam menghadapi setiap musibah, dan bahkan hukumnya wajib dikerjakan oleh seluruh orang Muslim. Setidaknya, dalam al-Qur’ân ada enam tempat di mana Allah ‘Azza wa Jalla menggabungkan kata kesabaran dan ketakwaan dalam konteks yg sama. Yaitu, dalam surah Ali ‘Imrân ayat 118, 125, dan 186, Surah Yûsuf ayat 90, Surah an-Nahl ayat 125 hingga 128, dan surah Thâhâ ayat 132.

Orang yang sabar menghadapi semua ujian, in sya Allah ia akan memperoleh hal-hal yg terpuji, di antaranya:
.
👉Pahala seperti para nabi yg memiliki 👉keteguhan hati (ulul-‘azm).
👉Keberkatan yg sempurna, rahmat dan petunjuk dari Allah.
👉Keuntungan yang sangat besar.
👉Pahala tanpa batas
👉Pengampunan dosa-dosa,
.
sebagaimana Rasulullah bersabda: “Tidak ada satu musibah yg menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, ganggung orang lain, resah yg mendalam, sampai duri yg menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641)

Comments

comments

SHARE
Previous articleMALAS
Next articleIstiqomah

LEAVE A REPLY