Stalker

0
230

“Katanya mau melupakan? Ko masih stalking akun sosmed si dia”.
“Katanya mau move on? Ko masih stalking akun sosmed si dia”.
“Katanya mau menjadi lebih baik dimataNya? Ko masih stalking akun sosmed si dia”.
.
Stalking, stalking dan stalking
Sampai kapan mau seperti itu terus?
Sampai kapan mau mengikuti keinginan hati?
Sampai kapan mau menyakiti perasaanmu sendiri?
.
Tiada hari tanpa stalking akun sosmed dia
Hanya ingin melihat berbagai akitivitasnya
Seolah-olah pengen tau (kepoin) apa kesibukannya hari ini
Padahal belum tentu dia melakukan hal sama sepertimu
.
Meskipun yang dilakukan adalah hal sepele
Tapi lama-kelamaan akan menimbulkan sebuah penyesalan
Rasanya memang bahagia melihatnya,walau hanya stalkingin dia
Tapi tanpa tersadar,yang dilakukan hanya membuat hatimu lelah
Bukan hatimu saja yang lelah,tapi justru merugikan dirimu sendiri.
Hanya buang waktu
Bikin kuotamu cepat abis
Keseringan baper
Langsung Galau
Terus sedih
Males makan
Ehh malah jatuh sakit.
Siapa yang susah? Pasti orang tuamu kan?
.
Apakah perasaan mu sudah siap,jika suatu saat dia mengupload calon pendampingnya di akun sosmednya?
Pasti kamu makin baper
Tiba-tiba malah menangis.
Berusaha tegar dibalik kebahagiaannya
.
Lalu bagaimana jika dia benar-benar sudah menikah,dan tiba-tiba kamu lihat dia mengupload foto pendampingnya di akun sosmednya?
Pasti hatimu semakin tak karuan menerima kenyataan,
Bahwa dia bukanlah ketetapanmu yang sesungguhnya.
.
Tak mungkin juga,kamu membenci mereka
Tak mungkin juga,kamu tak mendoakan atas kebahagiaan mereka
Tak mungkin juga,kamu memutuskan silaturahmimu padanya.
Karena dia tak salah apa-apa
Semua berawal karena kesalahan dirimu sendiri,yang terlalu mengaguminya dalam diam
.
Kalau sudah tau resikonya
Kenapa masih saja stalking akun sosmed dia.
Jika kau ingin baik-baik saja,maka sayangilah hatimu

Comments

comments

LEAVE A REPLY