Bukan Nikah Biasa

0
380

“Ketika memutuskan untuk menikahi seseorang, secara sadar saya akan menjawab pertanyaan penting dalam hidup saya “dengan siapa saya akan menjalani sisa umur saya dalam berdakwah memperjuangkan dienul Islam”

Nah sahabat, di sekitar kita sudah banyak yang menikah, tapi bagi kita yang akhirnya menyusul menikah, tentu nggak boleh hanya sekedar menikah. Sebab kalau hanya sekedar menikah, maka orang yang punya duit, bisa aja langsung menikah. Kalau sekedar menikah, maka orang yang jatuh cinta, bisa aja langsung menikah. Kalau sekedar menikah, maka muda-mudi yang terlanjur hamil pun juga bisa langsung menikah.

Pernikahan kita harus jadi pernikahan yang tidak biasa, pernikahan kita tidak boleh hanya sekedar pernikahan yang baik tapi pernikahan yang terbaik. Pernikahan kita adalah pernikahan yang tidak hanya berpikir tentang SAYA atau ANDA, tapi juga tentang KITA. Ya, pernikahan yang menimbulkan kepeduliaan terhadap orang sekitar, mulai dari lingkaran terkecil yakni keluarga, kemudian masyarakat dan negara.

Dan sebagai bentuk kepedulian itu terbungkus dalam bentuk sebuah aktivitas yang bernama dakwah. Kenapa harus dakwah? Ya, disamping dakwah itu sebagai sebuah kewajiban syari bagi setiap muslim, dakwah juga bukti cinta. Bagaimana tidak cinta, jika dakwah itu menguras pikiran, perasaan, menyita waktu, tenaga dan dana untuk orang lain? Demi siapa kita lakukan semua itu? Demi Allah untuk menyampaikan kebenaran bukan untuk sebuah ketenaran. [@lukyrouf]

Comments

comments

LEAVE A REPLY