Berada di dekatmu seakan waktu bergerak pelan

0
508

Berada di dekatmu seakan waktu bergerak pelan. Angin berhembus tenang. Dan segala suasana menjadi tiba-tiba nyaman. Ada apa ini gerangan?

Wajahku selalu melukis senyum kala berinteraksi denganmu meski hanya dengan perantara suara atau pesan teks yang warnanya hitam semua. Ada apa ini sebenarnya?

Entah sejak kapan doa-doaku mulai terisi dengan namamu. Bahkan dengan setengah terpaksa aku meminta Allah untuk menjodohkanku denganmu.

Rasa yang terkadang melewati logika. Keinginan yang tak mampu dinalar oleh akal sehat. Akal sehatku berhenti kala membayangi betapa indahnya masa depanku jika bersamamu.

Inikah cinta? 💙

Ah, tapi aku ini siapa? Siapa yang berharap di dalam doanya meminta untuk dijodohkan denganku?

Laki-laki yang baik pasti akan memilih muslimah yang baik pula. Sedangkan aku? Aku bisa apa, karena aku hanya perempuan yang dibalut kelam oleh masa lalunya. Hanya bisa berharap saja, sembari memperbaiki diri sebisanya.

Biarkan aku pergi, meski sulit untuk menahanmu di sini. Aku hanya ingin hidupku kembali indah: hanya ada aku dan Allah. Tak ada satupun nama yang berpotensi mengharumi ibadah dengan wangi riya.

Biarkan aku sendiri, untuk memperbaiki diri. Agar pantas untukmu di kemudian hari.

Biarkan aku pergi, aku tak ingin membagi cinta yang semestinya milik Allah lantas kita bagi berdua, mengharuminya dengan nafsu dunia. Aku yang mencoba beristiqomah tanpa jera. Yang senantiasa mempersiapkan diri agar pantas. Yang mencoba berada pada barisan hamba-hamba yang taat.

Semoga Allah segera mentakdirkan garis tanganku untuk dipertemukan dengan “dia” yang garis tangannya telah ditentukan untukku. Aamiin 😭

Tag sahabat terbaikmu!

@langitinu

Comments

comments

LEAVE A REPLY