Keluar dari zona kebaperan itu gampang, tapi tak ada yang bisa menjamin apakah rasa itu mampu menghilang atau justru membuat hati semakin tersiksa

0
476

Eh, kemarin dia minta pin bbm aku.
Eh, minggu lalu dia like postingan aku.
Eh, tadi dia balas komentar aku.
Eh, barusan dia sapa aku.
Jangan-jangan dia suka sama aku.
Eh?

Jangan GE’ER dulu.
Bisa saja, si doi meminta pin bbm hanya untuk mempererat tali silaturahim.
Si doi like postinganmu itu belum tentu dengan kamu.
Si doi balas komentarmu itu cuma PRANK.
Si doi sapa kamu karena menyapa sesama hambaNya itu baik.

Jangan berlebihan apalagi sampai dimasukkan dalam hati.
Nanti terjangkit virus baper.
Yang awalnya cuma gejala lama-lama sudah stadium akhir.
Ingatlah, bahwa baper bisa membawa rasa sakit hati.

Salah siapa?
Yah, salah kamu.
Tapi anehnya masih ada yang mengelak ketika rasa kecewa menghampiri.
Sampai menyalahkan si doi yang tidak tahu menahu tentang perasaanmu.

Hingga statement : Jangan mendatangiku jika hanya membuatku baper.
Tiba-tiba muncul dari jiwa yang telah merasakan pahitnya berharap dalam jangka waktu yang berkepanjangan.

Jangan membuat dirimu sendiri merasa tersiksa.
Karena berusaha membuat doi peka.
Ingat, tiap makhluk ciptaanNya telah memiliki karakternya masing-masing.
Jangan sampai, kamu suka terhadap doi karena dia humble kepada mu.
Namun ternyata si doi humble-nya pada semua orang.
Sakitnya dimana? Yah sakitnya tuh disini *nunjukhati* 💔

by : @amalihrh

Comments

comments

LEAVE A REPLY