Untuk ceritamu, cukup aku yang pernah merasakannya, karena itu adalah hal yang paling sakit dari sekedar patah hati

0
397

Belum apa-apa sudah berani meletakkan rindu.
Belum apa-apa sudah berani menyisipkan rasa cinta
Belum apa-apa sudah berani melantunkan harapan.
Bagaimana bisa?
Apakah ada alasan yang dapat ku dengar dari kisahmu?

Aku percaya
Sebab, aku pernah berada di posisimu.
Tapi yang engkau lakukan itu belum bisa menjamin sebuah kebahagiaan.
Tenang, aku tak berniat menghancurkan cerita indahmu.
Dengarkanlah sejenak agar kau dapat pahami apa maksudku.

Apakah kau tahu?
Semua yang engkau rasakan.
Aku pernah terjerumus didalamnya.
Hingga hari ini.
Hatiku masih bimbang.
Kadang memilih pergi.
Namun datang kembali tanpa alasan yang pasti.

Sebenarnya, cinta itu tak memberi kita luka.
Hanya saja nafsu kita sebagai manusia.
Membuat cinta itu mencekik di dalam hati.
Hingga kita marah.
Emosi.
Menyalahkan sang pemilik hati.
Sadarlah, cinta sebelum waktunya itu adalah ujian.

Tak pantas kita mencoba menghakimiNya berkat hawa nafsu.
Ingin memiliki yang belum tentu ditakdirkan olehNya.
Bersabarlah sejenak.
Allah lebih tahu apa yang kita inginkan.
Meskipun kesendirian selalu menghantui.
Namun Allah tak pernah meninggalkan hambaNya.

Aku harap kamu bisa peka pada bahasaku kali ini.
Sebelum terlambat.
Karena jika sudah larut di dalamnya.
Bukan hanya hati.
Bahkan pikiran pun ikut menderita karenanya.

Cukup aku yang pernah merasakannya.
Jangan mengisi cerita diantara kita tentang luka.
Perasaanmu itu kepadanya.
Cukup aku!
Pernah menjerit dalam kekecewaan

Comments

comments

LEAVE A REPLY