Ta’aruf Everlasting Antar Suami-Istri

0
303

Ta’aruf Everlasting Antar Suami-Istri
.
.
Dalam pergaulan kita akan bertemu dengan macam-macam karakter orang. Ada orang yang pendiam yang cenderung kurang suka dengan orang/teman yang banyak gayanya. Ada orang yang tidak suka humor, cenderung kurang simpatik dengan orang yang selera humornya tinggi, atau sebaliknya juga ada. Ada juga orang yang cenderung kalau ngobro sukanya menasehati, tapi orang seperti itu kadang bertemu juga dengan orang yang suka dinasehati. Dstnya.
.
Yuk ingatkan diri kita sendiri bahwa dalam proses hidup kita akan selalu ada proses ta’aruf, pun dalam pernikahan ada proses “ta’aruf everlasting”. Seberapapun pintarnya kita, kadang tidak mudah untuk memahami karakter orang, makanya ta’aruf everlasting antara suami-istri menjadi urgen dibicarakan.
.
Dia, pasangan kita (para istri) rela dipilih oleh kita, lalu hidup bersama kita yang kita telah meminta ‘hak asuh’ dari orang tua atau walinya. Maka ketika menikah proses ta’aruf yang everlasting (tak pernah berakhir) itu jangan diakhiri, malah harusnya saling bisa memahami dan memahamkan.
.
Ingat, karakter itu tidak ada kaitannya langsung dengan kepribadian dan hukum syara’, hanya saja hukum syara’ bisa mengarahkan karakter. Contoh riilnya, Umar bin Khatab beliau berkarakter ‘keras’ (baca: tegas), tapi beliau adalah sosok khalifah yang hatinya mudah tersentuh, orang yang sangat tawadhu’. Dalam urusan rumah tangga juga, Umar bin Khatab seorang suami yang berhati lembut, bahkan dalam sebuah riwayat, Umar adalah sosok yang ‘penurut’ dengan istrinya.
.
Begitulah, karakter pasangan kita akan selalu kita pelajari dalam proses “ta’aruf everlasting”. Bagi yang sudah memahami karakter pasangannya, maka dia sebenarnya sedang belajar untuk sabar dan qona’ah, karena jika misalnya kita tak suka pada karakternya yang satu itu, mungkin ada ‘kelebihan’ pada sisi yang lain.
.
“….. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS. An-Nisa: 19) [@lukyrouf]

Comments

comments

LEAVE A REPLY