Karena ini adalah cinta dalam diam

0
587
Tripoli, Libya April 2012 A Libyan woman prays in prayer garments in her bedroom. When Muslims pray they present themselves to God in the act, to be fully covered is a mark of respect. Muslim women are required to dress modestly as required by the Holy Qur'an. Women are not equired to wear prayer attire unless their clothes are tight. © Sarah Elliott

Caraku mencintaimu.
Beginilah adanya.
Yang tak akan pernah bisa kau ketahui.
Yang tak akan pernah bisa kau rasakan.
Semua itu tak akan pernah bisa ada pada dirimu.
Jika memang ada sebuah takdir dariNya.
Yang dapat membuat mu memahami.
Bahwa aku disini.
Sedang mencintaimu.

Aku tak tahu.
Apakah ini salah?
Dan, aku juga ragu.
Jika aku akan lalai pada suatu hari nanti.
Namun, ketika aku sadar.
Bahwa aku sedang bertahan untuk dirimu.
Aku juga sudah harus menerima.
Kalau pada akhirnya aku harus terluka atau sedikit tersiksa.

Entah karena kekuatanku untuk bersabar telah habis dimakan waktu?
Percayalah.
Perlahan-lahan aku akan berhenti.
Meskipun ingin rasanya aku menggenggammu atau sekedar menjagamu.
Tetapi, itu mustahil bagiku.
Maka izinkan aku senantiasa mewujudkannya melalui diriNya dalam do’a.

Walau aku pernah berharap.
Pernah bermimpi.
Pernah berangan-angan.
Tentangmu.
Dan tentang akhir cerita cintaku.
Semoga saja.
Allah yang memberikan apa yang terbaik menurutNya.

Meskipun aku harus mengikhlaskan rasa.
Atau melupakan segalanya tentangmu?
Tak mengapa.
Aku rela jika itu harus terjadi untukku.
Karena segala yang terjadi kepadaku.
Itu sudah menjadi bahagian dari skenarioNya.
Termasuk ketika aku memiliki rasa cinta yang tak mesti ku ungkapan kepada dirimu.

By @amaliahrh

Comments

comments

LEAVE A REPLY