Masalalu cukup hanya Allah yang tahu

0
518

Simpanlah baik-baik cerita masa lalu yang telah kita tinggalkan.
Cukup hanya Allah yang menyaksikan.

Hidup hanya sekali dan masa lalu tak akan pernah terulang lagi.

Seburuk apapun masa lalu yang kita tinggalkan masih ada harapan untuk memperbaiki masa depan.

Bersemangatlah memperbaiki kekurangan dan mentaubati kesalahan.

Tentang masa lalu yang suram tak perlu kita ceritakan.
Meski sebatas memberi motivasi pun pembelajaran. “Dulu akupun sama sepertimu”
“Dulu aku pernah pacaran dengan dia dan dia.
“Dulu aku pernah begini dan begitu.

Tak perlu kawan.
Karna Allah telah menyayangi kita dengan menutup aib kita.

Jangan lagi menyebarkan keburukan kita yang telah berlalu.
Bukan sebab ingin dinilai suci oleh manusia.
Namun sebab Allah telah menutup rapat kejahilan yang memalukan diri kita.

Seandainya kita tahu bahwa yang menjaga hatinya sebelum halal itu adalah sebuah kemulian
maka
kita akan bersedih karna pernah menodainya dengan status pacaran.
Cukuplah yang telah terjadi jadi pelajaran
namun tak perlu diceritakan pun dibanggakan.

Rasulullah memohon setiap pagi dan sore hari agar Allah menutupi aibnya dan kita malah menceritakannya tanpa tahu akibatnya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata:

Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: .
“Setiap ummatku diampuni kecuali mujâhir (orang yang membuka aib sendri), dan termasuk perbuatan membuka aib, .
seperti seorang hamba yang melakukan sebuah perbuatan pada malam hari kemudian keesokan harinya ia berkata, .
‘Wahai, fulan ! Tadi malam aku telah melakukan ini dan itu,’ padahal malam harinya Allâh menutupi perbuatannya, akan tetapi keesokan harinya ia membuka penutup yang Allâh telah berikan”. [HR. Muslim] .
.
Nasalullaha salamata wal aafiyah
.
.
Ummu Haura | @fadhilazlfsy_

Comments

comments

LEAVE A REPLY