Hai, masih bisakah aku menyapamu

0
755

Hai.
Apa kabar?
Bagaimana denganmu?
Dimanakah dirimu saat ini?
Apakah engkau mengingatku?
Mengingat diriku yang senang mencuri pandang untuk melihatmu tersenyum?
Diseberang jalan itu.
Masih teringat jelas dipikiranku.

Aku senang.
Hanya untuk berdiri ditempat yang sama.
Dihari yang berbeda.
Kadang aku melihatmu sedang sibuk dengan gadgetmu.
Kadang juga aku melihatmu yang serius memandangi setiap kendaraan yang berlalu lalang.
Dan kadang juga kau tak ada disana.
Namun aku tak kecewa jika pada hari tertentu engkau memang tak ada disana.

Tapi, ketika aku melakukannya.
Aku berusaha agar engkau tak menyadarinya.
Bahwa ada aku yang senantiasa hadir ditempat yang sama denganmu.

Hari ini.
Detik ini.
Aku menyadari.
Bahwa aku masih saja menyimpan rasa.
Apakah itu rasa suka atau hanya rindu?
Mungkin hanya itu.
Aku pun tak tahu.

Aku ingin menyapamu?
Namun malu rasanya.
Aku ingin menanyakan kabarmu?
Tapi aku gengsi tuk melakukannya.

Aku takut.
Saat kau mengetahuinya.
Kau enggan lagi berada disana.
Dimana aku biasa melihatmu melakukan hal-hal kecil menurutmu namun dapat membuatku tersenyum.

Entah.
Mungkin aku egois.
Biarkanlah.
Ini menjadi rahasia antara aku dan DIA.
Yang mengerti dengan keadaanku.
Perasaanku.
Dan penulis skenario terindahku.

Aku kali ini menyapamu.
Tanpa harus ada dirimu yang hadir di hadapanku.
Mungkin do’aku yang senantiasa membisikkan sapaanku kepadamu.
Semoga saja.
Allah ridho menyampaikannya dari diriku ini untukmu.

Hai, aku rindu.
@amaliahrh📝

Comments

comments

LEAVE A REPLY