Kamu pergi ketika aku mulai percaya bahwa ini cinta.

0
999

Terimakasih pernah ada, lalu tiada.
Terimakasih pernah datang, lalu menghilang.
Terimakasih pernah hadir, lalu pergi.
Terimakasih pernah menghibur, lalu kabur.
Terimakasih pernah mendekat, lalu menjauh.
Terimakasih pernah peduli, lalu acuh.
Terimakasih pernah sedekat nadi, lalu sejauh matahari.

Sekali lagi, terimakasih.
Aku banyak belajar menghargai arti kebersamaan dan kehilangan.

Sedih?
Tentu.
Bagaimana tidak, awalnya aku tak percaya bahwa ini cinta.
Tapi kamu benar benar mampu meyakinkanku bahwa ini memang cinta.
Dan aku yg salah.
Berkali kali aku berfikir bahwa ini bukan cinta.
Mungkin kau lelah meyakinkanku bahwa ini cinta.
Hingga kau pergi saat aku yakin ternyata ini memang cinta.

Mungkin hujan di sore itu bisa dijadikan kenangan.
Setiap tetes hujan.
Dinginnya hujan saat itu.
Dan minuman hangat yg ada di kedai itu.
Menjadi saksi bahwa kita pernah bersama.
Walau saat itu aku hanya menganggapmu tak lebih dari teman biasa.

Maaf jika selama ini ada sikapku yg membuatmu jenuh.
Maaf jika kemarin kemarin sikapku ini kekanak kanakan.
Maaf jika aku tak bisa membuatmu tersenyum seperti kamu yg selalu berusaha melukis senyum indah di bibirku.
Maaf jika selama kamu mengenalku, ada hal2 dariku yg membuatmu tak suka.
Maaf jika aku tak sesuai inginmu.

Kepergianmu ini mungkin bisa sedikit mendewasakanku.
Mendewasakan hatiku.

Sekali lagi terimakasih,
📝 @nikeayu11

Comments

comments

LEAVE A REPLY