Sekilas terdengar biasa tapi berbahaya

0
500

👉🏻Saudara laki-laki bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan :
👨 ” Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?” .
👧 : ” Tidak ada ”
jawab adiknya pendek.
Saudara laki-lakinya berkata lagi,
👨 : “Masa sih , apa engkau tidak berharga di sisinya? Aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa ”
.
Lalu sore hari ketika suaminya lelah sepulang dari kantor menemukan sang istri merajuk di rumah ,
Keduanya lalu terlibat pertengkaran, Sebulan kemudian , antara suami istri ini terjadi perceraian.
👉🏻Dari mana sumber masalahnya?
Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki-laki kepada adik perempuannya.
👉🏻Saat arisan seorang ibu bertanya , 👩 : ” Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ya, Jeng? bukankah anak-anakmu banyak ?”
Maka , rumah yang tadinya terasa lapang , sejak saat itu , mulai dirasa sempit oleh penghuninya.
Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank
.
👉🏻Seseorang bertanya pada kakek tua , ” Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan Kek ?” Si kakek menjawab , ” Sebulan sekali “. Yang bertanya menimpali , “Wah… keterlaluan sekali anak-anakmu itu. Di usia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering ”
.
Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat lapang dan rela terhadap anak-anaknya.
Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.
.
👉🏻Apa sebenarnya keuntungan yang kita dapat ketika bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan di atas ??
.
Karena itu , jagalah diri dan lisan dari mencampuri kehidupan orang lain dengan mengecilkan dunia mereka dan menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki.
Akhirnya kita
mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka,dan seterusnya.. dan seterusnya..
Kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi dengan cara ini, maka bila ada bom yang meledak cobalah introspeksi diri , bisa jadi kitalah yang menyalakan sumbunya❗
.
Semoga bermanfaat
.
Ummahatul Mu’minin,
Batang, 24 Januari 2017✍
@temanihijrahku

Comments

comments

LEAVE A REPLY