Hati-Hati Terhadap Status Yang Menghapus Amal

0
577

Media sosial saat ini memang berkembang sangat pesat,banyak orang yang berminat untuk menggunakan akun media sosial. Dimulai dari anak sekolah sampai orang tua pun ikut serta meramaikan dunia maya seperti : facebook,instagram,twitter,path dan lain sebagainya

Namun tak semua orang mempergunakan sosial media dengan benar. Yang seharusnya sebagai wadah untuk bertukar atau menyebarkan informasi seputar lowongan kerja,informasi kesehatan,dan informasi mengenai  keagamaan. Namun mereka menyalahgunakannya dengan menyebar foto sebanyak mungkin,berkomunikasi dengan orang yang tak dikenal dan membuat status yang menuai pujian

Yang kita tau,sosial media tempat untuk bersosialisali, bukan tempat ajang mencari jodoh

Sosial media tempat bertukar informasi, bukan untuk menyebar luaskan kegiatan sehari-hari

Sosial media tempat untuk menambah teman, bukan untuk mencari sensasi dengan status yang tak bermanfaat

Belakangan ini,memang banyak sekali pengguna sosial media yang menulis status dengan menyebarluaskan setiap kegiatan yang saat itu mereka lakukan. Misalkan menulis  status  yang berbau kegiatan keagamaan

“Hatiku merasa lebih tenang setelah melaksanakan sholat  1/3 malam”

“Alhamdulillah dapat menjalankan puasa sunnah untuk  kesekian kalinya”

“Yaa Allah, permudahkan lah hamba dalam menghafal Al-qur’an”

“Setting alarm,supaya sholat malamnya engga kesiangan”

“Sholat jama’ah bareng sahabat”

Tak jarang  kita sering kali melihat status yang seperti itu dan yang terbesit dalam fikiran setiap pembaca,bahwa orang tersebut telah melakukan kegiatan yang bermanfaat. Bahkan kita juga pernah menjumpai  orang lain dan bahkan orang terdekat kita memposting foto-foto yang dikondisikan seolah-olah sedang menunaikan ibadah seperti usai sholat kemudian berfoto yang masih mengenakan perlengkapan sholat,ibadah umroh sambil berseflie ria,dan berfoto sambil memegang Al-Qur’an seperti selesai membaca Al-Qur’an. Kemudian foto tersebut diposting ke akun sosial media yang membuat orang yang melihatnya langsung terkesima dan beranggapan  bahwa ia adalah orang yang rajin ibadah. Yang jelas memang tidak ada yang berhak untuk melarang orang melakukan hal semacam itu, tapi kita sebagai  umat muslim juga harus memberitahunya secara perlahan. Walau tak semua ucapan kita didengar olehnya

Entah apa manfaatnya jika memposting status semacam itu? Mungkin  ingin diketahui orang lain,ingin mendapat pujian,ingin dikenal orang lain bahwa kamu rajin beribadah atau ingin dianggap menginspirasi orang lain. Meskipun bukan itu tujuan mereka,tapi hampir semua yang melihat postingannya berfikir bahwa  mereka hanya ingin dipuji saja.

Status semacam itu malah bersifat riya dan bahkan menghapus setiap amal perbuatan manusia.

Riya’, adalah hal yang paling mencolok dari berbagai kegiatan yang kita lakukan di media sosial. Sebab biasanya orang-orang yang memiliki akun media sosial memang menggunakannya untuk menampilkan apa yang mereka lakukan ke hadapan publik. Yang dimaksud riya’ adalah melakukan suatu amalan agar orang lain bisa melihatnya kemudian memuji dirinya. Termasuk ke dalam riya’ yaitu sum’ah, yakni melakukan suatu amalan agar orang lain mendengar apa yang kita lakukan, sehinga diri dihujani dengan pujian dan ketenaran. Riya’ dan kawan-kawannya merupakan perbuatan dosa dan merupakan sifat orang-orang munafik.

Riya merupakan dosa syirik kecil karena kita mempersekutukan Allah dengan manusia. Kita beribadah bukan ikhlas karena Allah melainkan ingin mendapatkan simpati dari manusia. Akibat dari sikap riya pun tidak tanggung-tanggung. Allah akan menghilangkan pahala dari ibadah yang kita lakukan jika sudah menyusup sifat riya di dalam hati kita.

Allah berfirman dalam Surah Al Baqarah ayat 264 yang berbunyi:
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.

Dalam salah satu haditsnya Rasulullah juga pernah bersabda : “Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah Asy syirkul ashghar (syirik kecil) maka sahabat bertanya apa itu sirik kecil. Beliau menjawab “Riya” .”(H.R Ahmad dan Mahmud Bin Labid)

Maka,kita harus berhati-hati dan harus lebih bijak menyikapi hal yang terlihat sepele namun berdampak besar bagi agama islam. Tak perlu ikut-ikutan seperti yang orang lain,karena Allah menyuruh kita untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, bukannya berlomba-lomba mempublikasikan kebaikan. Kita disuruh Allah untuk beribadah ikhlas kepadaNya, bukan untuk menarik simpati manusia. Cukuplah ibadah menjadi rahasia kita dengan Sang Pencipta. Karena dengan demikian kualitas dan keikhlasannya akan terjaga  perkembangan yang ada rahasiakanlah ibadah kita dari orang lain

Lakukanlah ibadah kalian dengan ikhlas,tentunya ikhlas tanpa terucap,tanpa terlihat dan tanpa terdengar ditelinga orang lain. Biarkan lah ibadahmu hanya ALLAH yang mengetahuinya,dengan cara seperti itulah amal ibadah yang selama ini kalian jalani,tanpa sadar malah terbuang sia-sia hanya karena status.  Dan kunci agar amal ibadah kalian diterima oleh ALLAH adalah ikhlas bukan menyebar luaskannya.

Comments

comments

SHARE
Previous articleUkhti masa kini
Next articleSejauh apapun jarak tercipta. Do’a akan tetap sampai,walau tak langsung terdengar olehnya
mm
Assalamu`alaikum warrohmatullahi wabarokatuh Nama saya Nurul Hasanah alasan saya suka menulis karena saya ingin tulisan saya ini,bukan hanya menjadi pengingat untuk teman-teman tetapi sebagai pengingat untuk diri saya sendiri` terutama dalam hal perjalanan hijrah dan percintaan yang semakin menggoyahkan iman saya. meskipun kepribadian saya tak sebaik tulisan saya, namun saya tetap berusaha secara perlahan untuk lebih meningkatkan keimanan saya