Ku Jemput Kau dari Surga

0
510

            Siapa yang tak inginkan surga? Sebuah kenikmatan yang Allah telah siapkan untuk hambanya yang beriman. Sungguh indah pesona surga, membacanya dapat membuat hati ini ingin segera pergi menuju surga. Abdullah bin Umar radiallahuanhu meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihiwasallam, “Al-kautsar adalah sungai di surga. Kedua tepinya terbuat dari emas. Dan tempat alirannya terbuat dari intan dan permata (yaqut). Lumpurnya dari kasturi. Airnya lebih manis daripada madu. Dan airnya lebih putih dari pada susu.”(HR. At-Tirmidzi dengan sanad hasan sahih)

            Tak sampai disitu, dalam hadist riwayat Muslim, Anas bin Malik radiallahuanhu meriwayatkan sabda Rasulullah shallallahu alaihiwasallam, “Sesungguhnya di surga terdapat pasar. Mereka mendatangi pasar tersebut setiap Jum’at. Lalu berhembuslah kepada mereka angin dari arah utara dan hembusan angin tersebut mengenai wajah dan pakaian mereka sehingga mereka bertambah indah dan tampan. Kemudian mereka pulang menemui istri-istrinya dalam keadaan semakin tampan dan mempesona, melihat itu, istri-istri mereka berkata, ‘Demi Allah engkau semakin bertambah indah dan mempesona setelah meninggalkan kami.’ Mereka menimpali, ‘Demi Allah, engkau juga semakin bertambah indah dan mempesona setelah kepergian kami.” SubhanAllah, aku meminta secara pribadi kepada Allah Azza Wajalla agar kita semua termasuk penghuni surga firdaus, aamiin Ya Rabb.

            Ku kabarkan pula kepadamu duhai muslimin. Ini adalah tentang sebuah ikatan yang dapat meluluhkan dosa yang ada. Sebuah ikatan ini mampu menyelamatkan seorang hamba dari panasnya api neraka. Taukah engkau apa ikatan itu? Benar sekali. Persahabatan karena Allah.

“Wahai Rabb kami,” seru seorang hamba dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim. “Wahai Rabb, saudara-saudara kami. Mereka shalat bersama kami, berpuasa bersama kami, dan beramal bersama kami.’ Allah Azza Wajalla mengatakan, ‘Pergilah! Siapa yang kalian dapati dalam hatinya terdapat seberat satu dinar keimanan, maka keluarkanlah. Dan Allah mengharamkan muka mereka atas api neraka.’ Lalu mereka mendatangi saudara-saudara mereka. Sebagian dari mereka telah terbenam di dalam neraka hingga telapak kakinya, dan hingga setengah betisnya. Lalu mereka mengeluarkan siapa yang mereka kenal. Kemudian mereka kembali, maka Allah mengatakan, ‘Pergilah! Siapa yang kalian dapati dalam hatinya terdapat seberat setengah dinar (keimanan), maka keluarkanlah.’ Lalu mereka mengeluarkan siapa yang mereka kenal. Kemudian mereka kembali, maka Allah mengatakan, ‘Pergilah! Siapa yang kalian dapati dalam hatinya seberat dzarrah keimanan, maka keluarkanlah’ mereka pun mengeluarkan siapa yang mereka kenal.”

            Seorang sahabat yang beriman, kelak akan mampu memberi syafaat untuk kita. Seorang sahabat yang dulu mungkin pernah sholat bersama kita, kelak akan mampu menyelamatkan kita dari neraka. Seorang shabat yang dulu, mungkin sering mengingatkanmu dalam ketaatan. Kelak akan mampu menjemput kita dari surga.

            Surga itu mahal duhai akhi ukhti. Mendapatkannya haruslah berlelah-lelah dulu dalam ketaatan kepada-Nya. Mahalnya surga, semahal sahabat kita di dunia. Jika kau miliki sahabat yang senantiasa mengajakmu kepada ketaatan, maka pertahankan dia. Jangan lepaskan ia meski kau harus menangis sekali pun. Merekalah harta berhargamu yang paling bermanfaat di dunia. Merekalah yang mampu menjemputmu dari surga Allah yang mulia.

            Rasa persahabatan karena Allah ini sangat dirasakan oleh sahabat Nabi yang mulia, yakni Salim dan Abu Hudzaifah. Di kisahkan oleh Ummu Rumaisha dalam bukunya 77 Cahaya Cinta di Madinah, bahwa Salim sebenarnya adalah budak dari Abu Hudzaifah. Salim lalu dibebaskan dari perbudakan oleh Abu Hudzaifah dan dijadikan sahabat yang paling berharga dalam Islam. Suatu ketika dalam peperangan Yamamah, perang melawan Musailamah Al-Kadzab. Salim dan Abu Hudzaifah ikut andil di dalamnya. Tatkala peperangan mulai sengit, pasukan musuh berhasil menebas salah satu lengan Salim. Panji yang dibawanya pun terjatuh. Salim segera mengambilnya dengan tangan kirinya yang masih utuh. Sembari ia kumandangkan ayat Allah, “Dan berapa banyak Nabi yang berperang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh Allah). Allah menyukai orang-orang yang sabar” (QS. Al-Imran ayat 146)

            Tiba-tiba datang lagi musuh yang berhasil menebas lengan kiri Salim. Tak sampai disitu, mereka lalu menebas salim hingga badannya pun roboh. Ketika peperangan berakhir, para sahabat Nabi menemukan Salim dalam keadaan terluka parah. Mereka pun mendekatinya dan berusaha menolongnya. Salim lantas berujar, “Di manakah Abu Hudzaifah? Bagaimana keadaannya?”

“Wahai Salim, sungguh Abu Hudzaifah telah syahid..” Jawab mereka.

“Tolong baringkan aku di sampingnya” kata Salim.

Mereka lalu membawa Salim ke tempat syahidnya Abu Hudzaifah, “Di sinilah Abu Hudzaifah syahid, sekarang kau berada di sampingnya.” Dengan mata yang berkaca-kaca dan dengan senyum yang memancar dari wajahnya. Salim telah menutup matanya dan kini menghadap Rabb bersama sahabatnya Abu Hudzaifah, Salim pun syahid di jalan Allah.

            Sahabat karena Allah, akan membawamu kepada surga yang indah. Dia akan membawamu merasakan manisnya iman yang mulia. Dia pula akan mampu membawamu, menuju syahid di jalan Allah. Salim dan Abu Hudzaifah telah merasakannya. Ku harap kita pula dapat merasakannya duhai muslimin. Merasakan aroma surga, bersama sahabat yang kita cinta.

 

Comments

comments

SHARE
Previous articleMenanti Temu
Next article6 cara agar kita mampu membaca Al-qur’an One Day One Juz
mm
Deskripsi diri singkat : Saya lahir di Pamekasan, 1 Maret 1994. Anak tertua dari 2 bersaudara. Alhamdulillah Allah anugerahkan saya lulus kuliah bulan Desember 2016. Kini saya masih proses membangun bisnis bersama kawan seperjuangan. Selain bisnis, Allah masih menyibukkan saya dalam organisasi dakwahnya. Salah satunya di Relawan RZ dan KMPI (Komunitas Muslim Pencinta Ilmu). Alhamdulillah juga Allah menghadirkan saya MMO (mentoring menulis online) unttuk mengasah kemampuan menulis yang langsung dibina oleh mas Brili Agung. Sekarang masih berusahan menjemput jodoh, sembari selalu ikhtiar kepada Rabb agar segera di sempurnakan agamanya. Kini, biarkan Allah yang menuliskan tinta takdirnya. Pengalaman organisasi : 1. Ketua Umum LDK Labaik Politeknik Negeri Jember periode 2014-2015 2. Kaderisasi Kammi komisariat Polista (Poltek dan Kampsu Swasta) periode 2015-2016 3. Ketua Bidang Peduli Ummat di KMPI Jember periode 2016 - sekarang 4. Kaderisasi Relawan RZ Jember periode 2015 - sekarang 5. Anggota MDC (Muslim Desainer Comunity) cabang Jember