6 cara agar kita mampu membaca Al-qur’an One Day One Juz

0
842

Kesibukkan kerap kali membatasi seorang hamba dalam berinteraksi dengan Al-qur’an. Padahal, jika kita menilik lagi ke dalam makna membaca Al-qur’an itu sendiri maka yang terjadi adalah justru dengan membaca Al-qur’an hidup kita jadi lebih bermanfaat, berkah dan yang paling penting kita bisa kontinyu dalam beribadah.

Berapa kali kita membaca Al-qur’an? Tentu seharusnya kita dapat menjawab sebanyak-banyaknya. Tak peduli kesibukkan kerap mengungkung kita, kita tetap harus bersedia meluangkan waktu membaca Al-qur’an, agar pekerjaan yang kita jalani senantiasa di limpahkan berkah oleh Allah swt.

Berikut adalah cara-cara yang dapat di lakukan untuk meningkatkan bacaan Al-qur’an meski kesibukkan mendera.

  1. Memperlancar bacaan Al-qur’an

 Inilah fenomena yang sering terjadi pada kawula muda. Kapan terakhir kita memperbaiki bacaan Al-qur’an? Boleh jadi, yang membuat kita malas membaca Al-qur’an adalah karena bacaan kita yang masih berantakan. Bacaan Al-qur’an yang lancar memungkinkan kita untuk senantiasa terus-menerus membaca Al-qur’an, karena kita sudah mampu membacanya secara lancar. Nah, bagaimana solusi ‘memperlancar bacaan Al-qur’an’ ini? yaitu, kunjungilah majelis ilmu yang mengajarkan untuk memperbaiki bacaan Al-qur’an. Luruskan niat karena Allah. insyaAllah, Allah akan mudahkan untuk lancar.

  1. Mengganti bacaan Al-qur’an

 Ini adalah salah satu alternatif yang dapat kita gunakan saat kita memutuskan untuk “tidak membaca Alqur’an” karena banyaknya kegiatan. Tapi sayangnya, kebanyakan dari kita lebih cenderung benar-benar meninggalkannya. Tidak merasa kehilangan sedikitpun saat tidak membacanya. Maka solusinya adalah tanamkan dalam diri untuk senantiasa mengganti bacaan Al-qur’an apabila kita tengah sibuk dalam aktifitas hari ini untuk di ganti esok harinya. Tanamkan dalam benak kita sebuah kalimat indah dari Allah swt “Kami tidak menurunkan Al-qur’an kepadamu agar kamu menjadi susah” (Q.s 20:2)

  1. Menanamkan keinginan kuat dalam diri

Bagaimana rasanya jika kita berdoa tapi tidak kunjung-kunjung di kabulkan? Pasti kita senantiasa di rundung rasa cemas, berharap berkepanjangan dsb. Begitupun saat kita hendak meninggalkan aktifitas membaca Al-qur’an. Tancapkan niat dalam diri “Doa dan impianku banyak maka aku tidak akan meninggalkan membaca Al-qur’an” karena pada saat kita membaca Al-qur’an, kita sedang membaca barisan firman Allah swt. Jika Allah saja kita abaikan, masihkah kita ‘memaksa’ doa kita segera di kabulkan?

  1. Memperbanyak amal sholih

 salah satu kekeliruan yang terjadi di dalam masyarakat adalah seringnya kita beribadah namun menyedikitkan amal sholih yang lainnya. Membaca Al-qur’an juga termasuk amal sholih. Namun, alangkah baiknya apabila kita juga turut melakukan amal sholih yang lainnya. Seperti, membantu orang tua, sedekah, menuntut ilmu. Maka insyaAllah keinginan untuk terus dekat dengan Al-qur’an juga kerap mengikuti.

  1. Mengurangi waktu mengobrol dan main-main yang tidak bermanfaat

 “Ada dua kenikmatan yang banyak orang tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang” (HR. Bukhari no 6412, dari ibnu ‘Abbas)

Inilah yang sering menjadi kendala kita untuk meningkatkan jumlah bacaan Al-qur’an. Kita selalu merasa aman dengan jumlah bacaan Al-qur’an kita yang hanya selembar sehari, atau paling banyak 3 lembar sehari. Maka liat lagi para sahabat di zaman rosul. Mereka mengkhatamkan Al-qur’an paling lama 30 hari, bahkan ada yang berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Al-qur’an selama 3 hari. bagaimana dengan kita? Pada kenyataannya kita telah lalai memanfaatkan waktu luang kita. Dalam 24 jam sehari, apakah kita sibuk terus menerus hingga tidak sanggup membaca lebih banyak barisan firman Allah yang senantiasa menjadi cahaya kelak di hari akhir?

  1. Membawa Al-qur’an selalu di dalam tas

 Apa benda wajib yang wajib ada dalam tasmu? Jika jawabannya masih gadget, make up, headset dsb. Maka ayo ganti dengan mewajibkan Al-qur’an ada dalam tas kita. Bukan dalam gadget melainkan dalam bentuk mushaf. Bawa ketika kita pergi ke kantor, ke kampus, ke pasar, ke terminal (sejauh tidak membacanya di dalam kamar mandi)

InsyaAllah jika kita istiqomah melakukan hal di atas, kita akan mampu berinteraksi dengan Al-qur’an dengan intensif. Tapi yang perlu diperhatikan kembali,luruskan niat karena Allah, insyaAllah , Allah akan memperkenankan Al-qur’an menjadi syafaat kita di akhirat.

 

Comments

comments