Berhenti menanti

0
746

Dears, ia yang benar-benar mencintaimu, tidak akan mungkin mau membuatmu menunggu. Tersebab cinta tidak mungkin hidup tanpa bertemu-menyatu dalam pertalian barakah nan indah. Juga, cinta tidak akan tumbuh-berkembang bilamana ia hanya berteman dengan harapan-harapan palsu .
.

Terkadang, engkau harus berhenti. Berhenti dari rasa harap yang mungkin tidak akan terjadi. Menunggu tanpa kepastian, seperti gelora sakit yang perlahan membuncah, hingga keluar airmata dan merasakan perih yang lama akan pulih .
.

Dears, harapan itu jangan engkau gantungkan padanya, lelaki yang kau nanti. Tapi, gantungkanlah pada pemilik hati, Allah rabbul โ€˜izzati. Jika ia memang di takdirkan untukmu, percayalah, sejauh apapun engkau berpisah, selama apapun engkau tidak bertemu pasti akan ada jalan yang akan menuntunmu dan dirinya untuk segera menyatu .
.

Bukankah lebih baik jika engkau memantaskan diri, mempersiapkan ilmu dan terus belajar tentang berbenah diri, ketimbang engkau harus menunggu sesuatu yang tidak pasti. Ah, dears, bukankah kepastian itu amat berarti bagimu? Lalu mengapa engkau biarkan ia pergi membawa harapanmu? .
.

Dears, ambilah kembali harapan itu darinya, lelaki yang telah membuatmu menunggu tanpa ada kepastian. Simpan kembali harapan ajaibmu itu, peluk erat ia, jangan engkau berikan lagi pada lelaki yang tidak mungkin kembali dengan harapan yang sama denganmu .
.

Pupuk ia dengan doa, sirami dengan ketaatanmu pada Allah. Sampai nanti, ia akan menjadi indah, dan tentu Allah tlah menyiapkan siapa yang layak untuk menempati harapan (hati) mu itu .
.

Ingat dears, jangan berharap pada makhlukNya tapi berharaplah pada penciptaNya .
.

Dears, berhentilah menanti. Moga Allah memberikanmu pengganti yang lebih baik darinya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™ .

Comments

comments