Lebih Baik TEGUR Aku, daripada Kau MENGGUNJING

0
1118

Jangan padangi bagaimana kelamnya masa laluku.
Jangan ungkit-ungkit diri ini yang sering mengumbar aurat (dulu)
Jangan pula bersuudzon akan mahkota di kepala ini.
Mahkota ini bukan untuk menarik perhatian lelaki.
Mahkota ini semata-mata memenuhi kewajibanku sebagai wanita muslimah.
Mahkot ini pun semata-mata untuk ayahku di surga sana.
Aku tak tega beliau sampai merasakan panasnya api neraka.
Karena diri yang tak jua mau menutup auratnya.

Aku hanyalah pendosa yang mencoba lebih baik dari diri yang sebelumnya.
Aku hanya tak ingin berbuat dosa lagi.
Sudah cukup aku berbuat banyak dosa di masa lalu.
Aku takut jika tiba-tiba Dia memintaku kembali pada-Nya.
Namun, aku masih belum punya bekal apa-apa.

Walupun Jilbab sudah kuteguhkan di kepala.
Baju sudah longgarkan. Lengkap dengan kaos kaki dan handshocknya.
Bukan berarti aku menjadi sempurna dalam segala hal.
Bukan berarti aku tak bisa berbuat salah dan dosa lagi.
Aku hanya menutup auratku.
Bukan berubah menjadi seorang malaikat.
Aku pun sama seperti kalian.
Hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.
Terlebih aku hanyalah seorang remaja SMA yang masih labil.

Jangan jadikan aku bahan gunjingan.
Jangan buat diri ini sebagai topik utama pergunjingan kalian.
Jangan salahkan mahkotaku jika aku melakukan kesalahan.
Semua kesalahan yang kulakukan murni karena diriku.
Karena diri yang tak mampu menahan godaan syaithon.

Tegurlah aku. Beritahu dimana salahku.
Cepat nasihati aku, supaya aku tak melakukan kesalahan yang sama,
untuk kali kedua.
Sesungguhnya aku baru belajar akan semua ini.
Aku belum tahu pasti semuanya.
Tentang semua salah dan benar.
Tentang semua halal dan haram.
Aku tak akan marah. Malah, aku akan sangat bahagia.
Itu berarti masih ada yang perduli padaku.

Namun, kalian tidak menegurku sama sekali.
Malah sibuk menyebarkan salah dan dosa yang kulakukan.
Setiap arah kaki ini melangkah, selalu terdengar di telinga.
Hey! Bukankah kalian lebih tahu daripada aku
Bahwa kita tak bleh membicarakan saudara kita.
Sekalipun yang kita bicarakan adalah suatu kenyataan.

Tolong, bantu diri ini yang sedang belajar mengenal Tuhannya.
Ajari aku batasa-batasan yang boleh dan tidak boleh
sebagai sebagai seorang muslimah.
Mari, nasihati aku

Comments

comments