Pacaran?

0
987

Yang baru hijrah dari cinta yang salah, ketika mengajak teman sekitar untuk bersama meninggalkan hal mendekati zina yang trend dijaman sekarang yaitu PACARAN.

Pasti akan ada kata seperti ini muncul untukmu “Eh, sok suci! Kamu juga pernah pacaran yah kan? Jadi tidak usah banyak bicara!”. Masalahnya begini, justru kata PERNAH itu membuktikan bahwa PACARAN bukan hal positif tuk dijalani dengan mengatas namakan cinta yang sifatnya murni dari Allah, fitrah untuk manusia, dan kesuciannya harus terjaga. Kalau PACARAN?

Yah, kita tahu sendirilah. Kalau bukan berakhir pada pernikahan paling kandas ditengah jalan. Nikahnya pun belum tentu karena Allah ridho, bisa jadi sebab Allah murka dan menampar dua sejoli yang terjatuh dalam liang penentuan zina.
Hamil diluar nikah misalnya?

Siapa yang malu?
Orangtua?
Keluarga?
Bahkan Tetangga juga IYA!
Naudzubillah kan?

Masalahnya, hal seperti ini sudah sangat lumrah terjadi disekitar kita.
Wajar katanya?
Cinta katanya?
Jodoh katanya?
Yah, cuma bisa bilang
Selamat datang di era akhir zaman!

Dimana nikah muda dianggap memalukan
Dibanding berbuat zina dianggap biasa-biasa saja!

Makanya.
Untuk bapak
Ibu
Kakak
Adek
Teman-teman
Calon bapak dan ibu mertu…. (Eh?)
Mohon perhatiannya buat orang disekitar kita.
Beri kasih sayang yang selayaknya
Jangan sekali-sekali membiarkan hal buruk terjadi bahkan merestuinya.
Karena hisabnya kelak adalah pertanggung jawabanmu juga.
Karena pacaran bukan jalan yang benar untuk membuktikan cinta.
Melainkan menikah!

Dan untukmu yang sedang berhijrah.
Setelah berhijrah ada satu hal yang mesti diketahui.

Walaupun kamu ngaku jomblo tapi perbuatanmu persis dengan kelakuan orang yang lagi pacaran?
Apa boleh buat, zina gak mandang status yah toh?
Jadi maksimalkan kejombloanmu!

Semangat!

Comments

comments