Ini Tentangmu, Jodohku!

0
1146

Hampir di setiap tempat, setiap keadaan, setiap waktu, tak sedikit yang berbicara tentang jodoh. Pasangan halal yang terjalin dari ikatan yang baik lagi benar dalam pandangan Allah. Bersama membangun keluarga kecil bahagia dalam dekapan kasih sayang, penuh cinta, satu rasa saling berbagi.

Ketika berbicara tentang pasangan halal, tak ada kata diam dan akhir dari perbincangannya. Penuh semangat dan harapan, didalamnya ada suka dan sabar, cinta dan pengertian, lembut penuh keanggunan. Sebab ia pula adalah bentuk ibadah kepada Allah, sunnah Rasulullah, dengannya setiap lembaran kisah kehidupan penuh romantisme perjalanan tertuliskan.

Ada wanita yang bersabar dalam penantian, diam tanpa kata, namun ia mengisyaratkan. Tak berani mendahului, sebab ia tak seharusnya menjemput. Dalam penantian ia muliakan dirinya dengan mengilmui dan perbaiki diri.

Diseberang, ada laki-laki penjemput dalam kebingungan, berlari tak berarah, namun ia pasti. Penuh semangat namun tak yakin, kemana hatinya akan dilabuhkan, tempat terakhir pemberhentian perjalanan cintanya.

Ada wanita berbisik pada hati, “wahai hati, semoga kau selalu sabar menunggu, bersabar dalam indahnya penantian. Yakinlah, Allah punya skenario terindah untukmu. Bersabarlah, sebab Allah tak pernah menyalahi janji, tetaplah dalam kebisuan, Jadilah indah dihadapan-Nya, Dia pun indahkan dirimu dihadapan makhluk-Nya. Sabarlah, Jomblo pasti berlalu, jodoh pasti bertemu.”

Pun laki-laki juga sama, membatin penuh tawa, “pokoknya wanita yang malam minggunya di mesjid atau dirumah itu cantik. Cocok buat jadi teman, iyaa teman hidup. Kamu bangetlah, iyaa kamuuu. Makanya di rumah aja terus atau di mesjid aja terus, biar cantik shalihah.

Bila berbicara pasangan, tentu ia dilekatkan dengan sifat-sifat kebaikan. Bila ia lelaki, pandai ilmu agama, rajin ke mesjid, sering menghadiri majelis ilmu, pandai membaca alquran, terlebih bila suaranya indah, tentu saja hatipun mudah terkagumi, jatuh cinta lah hati.

Bila ia wanita. Keindahannya terjaga, lisannya penuh kelembutan, hatinya mengandung pengertian, akhlaknya dibalut malu, pun pandai ilmu agama, jangankan orang lain, saya aja ‘bisa saja’ tersentuh hatinya. #eeehh #jagaHati #IniUjian

Pasangan tidak melulu berbicara romantisme kisah antara pria dan wanita. lebih dari itu, islam menilai itu juga sebagai tanggung jawab. Sebab ia adalah ibadah, pun ia diminta pertanggung jawaban.

Bila ia wanita, ia akan jadi seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya. Tentu saja punya peran besar dalam rumah tangga. Darinya para mujahid akan lahir, dengan tangannya ia tarbiyah anak-anaknya, mengilmui mereka dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Bila tak berilmu, rusaklah masa depannya. Sebab anak bukan saja masa depan dunia, juga ia masa depan akhirat

Bila ia laki-laki, tentu punya tanggung jawab yang lebih besar. Sebab ia pemimpin, dan ia yang pertama akan dimintai pertanggungjawaban. Tersebab keluarganya dipimpin, ialah yang mempertanggungjawabkan. Bila tak berilmu, kemana kiranya arah perjalan akan dibawa. Tak berarah, tanpa tujuan, tersesatlah dalam perjalanan

Pasangan halal tidak melulu berbicara tentang impian dunia, lebih dari itu, ia tentang hakikat dan tujuan. Sebab kita adalah makhluk, hakikatnya adalah fana, karena ia bersifat sementara, haruslah sadar dan paham apa yang kekal, apa yang harus dipersiapkan

Taat kepada suami, menjaga kehormatan dirinya dan suaminya, mendidik dan mengasuh anak-anaknya, menjadi shalihah, itulah hakikat wanita.

Memuliakan istrinya, berlemah lembut kepada keluarganya, memimpin dan mengarahkan, mempertanggungjawabkan mereka, adalah hakikat seorang laki-laki.

Pasangan halal tidak melulu berbicara tentang keluarga dan tanggungjawab, jauh lebih mendasar adalah bahwa ia tentang ketaatan, kepatuhan, ketundukan, ibadah. Yang semua nya itu terbangun atas dasar keimanan kepada Allah. Sebab bila tak bernilai ibadah, sia-sialah seluruh amalan, terlampaui banyak, namun tak bermakna, hanya kepalsuan

Tentang pasangan halal, tak perlu memperbimbangkan hati dan diri. Untuknya yang masih jadi rahasia,  biarkanlah ia tetap menjadi rahasia.

Yakinlah, akan selalu ada wanita yang baik untuk lelaki yang tidak berhenti untuk tetap memperbaiki dirinya. Pun sebaliknya, lelaki yang baik untuk wanita yang tak pernah berhenti dan terus menjaga keindahan dan kemuliannya.  Sebab ia adalah rahasia Allah, selama mampu bersikap ikhlas dan sabar, tentu ia indah pada akhir perjalannya. Dan Allah tidak pernah menyalahi janji.

Comments

comments