Ketika Wanita Harus Malu, Tidakkah Kau Ingin Tahu?

0
996

“Ada dua golongan penduduk yang sekarang saya belum melihat keduanya, yaitu: wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak lenggok dan memiringkan kepalanya seperti punuk unta, dimana mereka tidak akan masuk surga, bahkan mencium baunyapun tidak bisa.” (HR Muslim dan Ahmad)

Dari sekian banyak nasihat sebagai pengingat, tentu apa yang akan aku sampaikan ini bukanlah sesuatu yang baru. Tak pernah bisa untuk dihitung betapa sering kita melihat, mendengar , dan bahkan menyaksikan seseorang yang tetap terus mengingatkan saudari muslimahnya akan sesuatu hal yang menjadikan wanita itu indah, tidak hanya indah dimata manusia, juga indah dalam pandangan Allah.

Wahai saudariku, kalian harus tahu bahwa islam sangat memuliakamu. Kalian juga harus tahu betapa islam sangat menjaga kehormatanmu, pun kalian harus tahu sesungguhnya islam menjaga agar kalian tetap terlihat indah dan mulia. Dan mungkin kalian sudah tahu, namun hanya sedikit yang tersadar.

Wahai saudariku, Tidakkah kau ingin menjadi wanita terindah dan kau dapati kemulianmu?

Sesungguhnya aku ingin menggugah sesuatu yang seharusnya dengan itu, kau akan terlihat indah. Aku ingin menggunggah Rasa Malumu, saudariku! Masihkan engkau memilikinya dalam dirimu?! Tidakkah kau ingin menjawab?!

Rasulullah pernah mengatakan, rasa malu tidaklah mendatangkan keculai kebaikan.

Jika Rasulullah saja mengatakan bahwa malu akan mendatangkan kebaikan pada dirimu, bagaimana mungkin engkau tidak menginginkan dirimu untuk menjadi baik? Bagaimana mungkin engkau memilih untuk manjadikan dirimu terlihat buruk? Lalu kemana kiranya kau letakkan akalmu?

Betapa banyak kita melihat wanita muslimah pada saat sekarang keluar rumah tanpa memiliki sifat malu dalam dirinya. Berlenggak lenggok di jalanan dengan pakaian ketat, memperlihatkan auratnya, bila berpakaianpun ia tunjukan lekuk tubuhnya, berpakaian tetapi telanjang.

Tidakkah kau malu bila engkau dipandang dengan pandangan kotor penuh syahwat? Apakah keindahan seperti itu yang engkau inginkan? Godaan dalam pakaian dan mempercantik diri, dalam berjalan, duduk, dan pada lirikan mata.

Ini benar-benar hal yang sangat memalukan dan merobek-robek hati tatkala melihat saudari-saudari kita terpedaya dengan pergaulan dan berlepas diri dari rasa malu. Agama ini dan alquran terlupakan, yang dengannya seharusnya perbuatan dan akhlak dibangun.

Hilangnya malu dalam diri seorang wanita adalah tanda lemahnya iman. Dan wanita terbaik adalah wanita yang dalam dirinya memiliki sifat malu yang begitu besar. Tentu engkau bisa menilai dan memikirkan, tatkala seorang wanita kehilangan rasa malunya, masihkan ada kebaikan dalam dirinya? Jika engkau merenungkan dengan bijak, tentu wanita terbaik adalah wanita yang memiliki rasa malu.

Wahai saudariku, engkau harus tahu, engkau itu sumber godaan bagi laki-laki tersebab kecantikanmu, dan itu bisa menjadi sumber dosa bagi para lelaki. Rasulullah pernah mengatakan, aku tidak meninggalkan satu godaanpun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Tersebab itulah Allah perintahkan para wanita untuk lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah, sebab kemuliaan seorang wanita adalah ketika dia berada di dalam rumah.

“Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika ia keluar rumah maka setan akan menghiasinya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya.” ( HR Ibnu Khuzaimah)

Tidak seharusnya dan sepantasnya seorang wanita berkeliaran di luar rumah tanpa ada keperluan. Terlebih keluar dengan laki-laki yang buka mahromnya, berkumpul-kumpul dengan teman-teman lelaki hanya untuk kegiatan yang tidak dapat mendatangkan manfaat, justru malah akan mejadi sarana untuk melampiaskan hafa nafsunya. Lalu kemanakah rasa malumu engkau letakkan, saudariku?

Seharusnya engkau tahu, engkau itu berharga. Dan aku tak ingin keberhargaanmu engkau hilangkan hanya karena engkau tidak tahu dan tidak berusaha untuk memahami bahwa sesungguhnya engkau itu berarti. Juga aku tidak ingin keberhargaanmu engkau rusak akibat kebodohanmu.

Wahai saudariku, setiap kata-kata yang aku uraikan ini berasal dari penaku yang hina dan dari jiwa yang jauh dari kebaikan. Namun kalian harus tahu, setiap untaian yang aku ungkapkan, tidak datang melainkan dari hati yang tulus, persahabatan, cinta, dan kepedulian terhadapmu.

Tidaklah aku inginkan sesuatu melainkan agar engkau menjadi baik dan memiliki sifat-sifat kebaikan dalam dirimu, terlihat indah dan engkau dapati kemuliaanmu. Dan dari penaku, kuharapkan dari setiap kata yang tertulis darinya bisa menggugah rasamu, mengembalikan kesadaranmu, bahwa sesunggunya Allah menjadikan dan menginginkanmu agar engkau menjadi mulia dan terhormat, dengan begitu engkau akan menjadi wanita yang penuh dengan keindahan.

Wahai saudariku, aku menggugah rasamu, maka aku minta engkau agar melihat dirimu di cermin dan engkau katakan hal ini pada dirimu.

Wahai diriku,

engkau itu berharga, dan keberhargaanmu harus aku jaga

 

Wahai Diriku,

Engkau Itu Indah

Dan Keindahanmu Harus Aku Hiasi Dengan Hal-Hal Yang Indah

Tidak Menjadikanmu Buruk, Terlebih Dihadapan Tuhanku

Wahai Diriku,

Engkau Itu Mulia

Mulai Hari Ini Aku Akan Memuliakanmu Dengan Sifat-Sifat Kemuliaan

Bukan Karena Aku Ingin Dipandang Mulia Dihadapan Orang Lain, Melainkan Aku Ingin Engkau Mulia Dihadapan Tuhanku

Wahai Diriku,

Bantu Aku Agar Engkau Menggunggah Rasa Malumu Untukku

Comments

comments