Diary Terakhirku Tentangmu

0
1076

Aku sudah cukup bahagia melewati hariku denganmu sejauh ini
Aku sudah cukup bahagia mendengar suaramu pada akhirnya
Aku sudah cukup bahagia menjadi salah satu sosok wanita yang mengisi harimu

Bahkan aku sudah cukup menyadari
Bahwa kisah ini hanya berjalan ditempat yang sama
Impianku bersamamu sebatas imajinasiku saja
Dan aku yakin
Jikalau aku pergi
Akan ada ia yang mengganti

Bagiku,
Kau masih sama seperti dulu
Dan kau akan selalu sama seperti itu
Benar kan?

Kau tahu angin?
Ketika mereka sanggup melihat senjanya
Ketika mereka sanggup melihat langitnya
Ketika mereka mampu melihat hujannya
Ketika mereka mampu melihat bintangnya

Apalah aku yang tak mampu?
Aku hanyalah bisa merasai kehadiranmu dihidupku
Sebab aku mencintai sebuah angin

Aku tidak seperti mereka
Jujur,
Terkadang aku iri
Sebab
Aku masih saja berada ditempat yang sama dengan kisah abu abu ini

Pun aku menyadari sosokmu angin,
Sosokmu yang takkn pernah aku lihat
Pun menyentuhmu aku tak sanggup dan tak akan pernah

Namun ketahuilah
Selama nafas ini masih berhembus dengan seksama
Selama mata ini mampu berkedip dengan tugasnya
Selama kaki ini masih berdaya untuk langkahku mengejarmu

Aku masih setia
Ya.
Lukaku masih setia

Kini,
Sudah aku cukupkan ceritaku tentangmu
Sudah aku titik kan diaryku tentangmu

Biar,
Biarlah Allah yang menenetukan
Biarlah Allah yang menguatkan
Biarlah Allah yang menyempurnakan
Menyempurnakan kisah kita yang cacat akan sebuah pengakuan

Selamat malam angin
Dan kututup diary hatiku dihalaman terakhirku memanggil namamu

Ya.
Namamu.. .
“Angin”

Dan benar
Diary Terakhirku Tentangmu

Rangkasbitung,23 Mei 2017
22.38

@astrisulistyorini

Comments

comments