Untukmu yang melumpuhkan perputaran dimensi kehidupanku

0
364

Detik arlojiku terus berputar
Mengingatkanku tentang dunia yg hanya sebentar

Menit berganti jam
Gelap berganti terang
Menandakan normalitas perputaran alam bundar

Waktu terus berjalan
Dan hatiku terus terganjal oleh penyesalan
Mimpi yg ku harapkan
Telah lebur di lonjak angan
Cita cita yg ingin ku wujudkan
Telah hancur di timpa kekecewaan

Apakah cintamu sepedih ini, pagi?
Kau berikan rasa namun kau khianati dengan dusta
Kau berikan bahagia namun kau sakiti dengan luka

Bodohnya..
Aku membiarkan diriku dihujani sepi
Aku membiarkan diriku menikmati sunyi
Aku Hanya membuang sebagian hidupku
Bersama orang yg tak pernah menganggap keberadaanku

Semuanya sudah tak berarti
Air mata ku telah jatuh percuma
Waktuku terbuang tanpa makna

Kau telah berhasil
Kau berhasil melumpuhkan perputaran dimensi kehidupanku
Hingga sejauh ini
Aku masih berjuang untuk bisa berjalan sendiri
Perlahan langkahku tergerak
Berusaha maju dengan tegak

Dan harus ku akui
Aku telah kehilangan keseimbangan
Karena pedih yg tak tertahankan
Karena luka yg begitu mendalam

Dan kini, pagi ini
Hembusan angin membawa sejuk kecereiaan
Menerbangkan jauh cinta yg semu
Menghilangkan riuh pikuh gejolak kenangan yg dulu

Kini aku sudah mulai untuk berdiri
Perlahan melangkahkan kaki pada sang ilahi
Meniti jalan yg di ridhoi
Serta menghapus semua jejak kelam yg telah ku lalui
Terimakasih memberi pengalaman yg berkesan
Bahagia, sedih
Harapan, kekecewaan
Janji, pengkhianatan
Sebagai pelajaran yg tak terlupakan

Benar, pagi
Jika kau melihat hujan berderai dari pelupuk mataku dulu, itu bukanlah air
Melainkan sekawanan doa yg tak bisa ku ucapkan untuk menyejukkan ruang hatiku

Dan kini
Hatiku telah membaik
Aku akan merindukanmu lewat doaku
Sebagai langkah awal aku mengharapkanmu tanpa kau tau
Dan langkah kedua, ketiga hingga seterusnya
Kita bicarakan usai di peluk pertemuan dalam pernikahan

Baiklah
Semoga air mata ini tak jatuh lagi untuk selanjutnya
Semoga cinta ini tak berhenti untuk selamanya
Dan jika kelak kau dan aku berjumpa
Harapku, kau sudah tampil sebagai muslimah yg taat pada Allah.

Itu saja

@salahuddinal_ayubi

Comments

comments