Wahai Bidadariku

0
175

Wahai bidadariku
Apakabar denganmu
Apakabar imanmu
Apakabar ayah dan ibumu
Semoga dirimu selalu dalam penjagaan sang kuasa

Wahai bidadariku
Aku selalu berbisik kepadaNya agar pertemuan kita dapat dipercepat.
Sebuah pertemuan yang tidak pernah aku dan kamu bayangkan sebelumnya.
Sebuah pertemuan yang mempersatukan dua anggota keluarga menjadi satu kekeluargaan yang utuh.
Aku mamanggil ibumu dengan sebutan ibu.
Aku mamanggil ayahmu juga dengan sebutan ayah.

Wahai bidadariku
Sudah lama kutunggu kapan semuanya itu terjadi
Hari demi hari
Minggu demi minggu
Bulan demi bulan
Hingga tahun demi tahunpun sudah aku lewati
Namun Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى belum juga mempertemukan kita.

Wahai bidadariku
Tetaplah bersabar menanti kedatanganku.
Selama ayah dan ibumu masih bersamamu.
Berbaktilah kepada keduanya dengan sebaik-baiknya.
Sebelum nantinya kamu yang akan berbakti kepadaku.

Wahai bidadariku
Aku memang tak tercipta setampan Nabi Yusuf
Aku tak mungkin sekaya Nabi Sulaiman
Dan aku tak bisa setegar Nabi Ayub
Tapi, aku selalu berusaha seperti Nabi Muhammad
Yang hidup sederhana dengan akhlaq yang sempurna
.
Wahai bidadariku
Aku sadar bahwa ilmu agamaku belum seberapa untuk dapat membimbingmu menuju surgaNya bersama-sama.

Maka dari itu bersabarlah menanti kehadiranku.
Aku disini sedang memperbaiki diri hanya untuk dapat membimbingmu agar cinta kita diridhoi oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.
.
Wahai bidadariku
Jika memang diriku bukanlah yang Allah takdirkan untuk bersanding denganmu.
Maka percayalah bahwa ketetapan-Nya itu selalu indah.

Salam dari seseorang yang selalu memperjuangkanmu dalam diam dan dalam iman serta dalam taqwa-Nya
.
Instagram 📝@yogicahyono_

Comments

comments

SHARE
Previous articleYang Telah Usai
Menulislah. Tuangkan semua yang ingin kamu katakan. Sebab terkadang mulut tak bisa untuk menjelaskan. Maka goreskanlah pena itu untuk menjelaskan semuanya.