Kuakui, Aku Sudah Lelah.

0
1957

Hei kamu tuan,
Yang dulu namanya ku selipkan dalam doa.
Yang dulu senyumannnya tak pernah lepas dari ingatan.
Yang dulu sapaannya selalu menjadi harapan.
Dan,yang dulu selalu aku perjuangkan.
.
Maaf Tuan, jangan senang dulu.
Itu hanyalah dulu.
Saat aku belum mengerti, Bagaimana perasaan cinta yang sebenarnya.
Namun sekarang aku mulailah memahami,
Bahwa cinta tak boleh membiarkanku bodoh.
.
Iya, jika dulu engkau yang slalu ku banggakan.
Maaf tuan, sekarang tidak lagi.
Bukannya aku telah mendapatkan pengantimu.
Tidak tuan, bahkan untuk berfikir mencarinyapun tak pernah terlintas dalam fikiranku.
Hanya, saja kini aku sadar, perasaan ini telah menyiksaku.
.
Tuan,sungguh aku telah lelah mengejarmu.
Aku telah lelah menantimu agar melihat ke arahku.
Melihat segala perjuanganku, namun apa yang ku dapatkan?? Tidak ada.
Mungkin aku yang terlalu mengharapkanmu.
Maka dari itu, kini aku ingin mengikhlaskan segala rasaku kepada-Nya yang telah memberi perasaan ini.
.
Semoga kau bisa temukan bahagiamu…
Aku pamit, untuk tidak lagi memperjuangkanmu tuan.. Ku akui aku telah lelah.
Dariku,
Yang kau abaikan.
.
.
.
MAKASSAR, 28 NOVEMBER 2017
21:23
📝@ihyaauu_

Comments

comments