MENYAMBUT RAMADHAN

0
180

Hanya menghitung hari ke depan, Ramadhan al Mubarak akan kembali menyapa umat Islam. Beberapa persiapan yang perlu dilakukan oleh kita semua agar kesempatan emas ini tidak berlalu begitu saja, diantaranya adalah:

Pertama, tanamkan dalam pikiran kita bahwa bisa jadi Ramadhan kali ini adalah ibadah terakhir kita. Dengan menanamkan pemikiran ini, diharapkan kita tidak akan menyia-nyiakan setiap detiknya. Setidaknya, setiap waktu Ramadhan datang, ia akan diikuti oleh situasi yang berbeda. Entah situasi keluarga, kondisi kesehatan hingga waktu dan finansial.

Kedua, buatlah rencana yang akan dilakukan pada bulan suci ini, tidak saja shaum dan zakat yang merupakan ibadah wajib. Melainkan perlu ditambah dengan ibadah sunnah nawafil lainnya, baik itu yang mahdhah seperti tilawah Al-Quran, itikaf dan juga ghair mahdah seperti menyantuni fakir miskin. Sebaiknya lihat kembali kegiatan yang pernah dilakukan pada Ramadhan tahun lalu. Bila tahun lalu kita mampu mengkhatamkan Al-Quran, maka tahun ini selain mengkhatamkan Al-Quran, juga ditambah dengan membaca dan memahami arti dan tafsirnya, bahkan menghafalkannya. Sebaliknya, bila tahun lalu kita sama sekali tidak pernah membaca Al-Quran sebagai ibadah tambahan pada bulan Ramadhan, maka sekarang harus diupayakan untuk membuka mushaf Al-Quran. Bila tidak bisa satu juz satu hari, maka cobalah lima lembar sehari. Bila tidak mampu, maka upayakan satu lembar. Bila tidak mampu juga, usahakan satu ayat satu hari. Bila masih tidak mampu, maka segeralah bertobat kepada Allah Swt. Bisa jadi dosa-dosa kitalah yang membuat kita tidak mampu membuka dan membaca meski hanya satu ayat saja.

Ketiga, buat daftar (what to do lists) selama bulan Ramadhan. Memang nampak seperti saat kita sekolah dulu. Namun daftar ini sangat penting sebagai lembar kontrol sekaligus evaluasi. Tidak perlu muluk-muluk untuk dapat melakukan semua hal yang direncanakan secara langsung dan sekaligus. Mulai dulu saja secara bertahap. Yang penting konsisten, istiqamah namun terus-menerus. Daftar ini sebaiknya diperbanyak dan ditempel di tempat-tempat yang biasa kita ada di sana, semisal meja kerja di kantor, meja belajar di ruang tidur. Intinya dengan cara seperti itu kita terus diingatkan dengan rencana dan target yang perlu dilakukan.

Keempat, dalam beberapa penelitian, habit (kebiasaan) baru umumnya terbentuk pada waktu 40 hari. Pascahari tersebut, kebiasaan tersebut tinggal dikuatkan. Namun meski penelitian menyebutkan 40 hari sebagai pembentukan habit, pada momen Ramadhan ini dapat lebih cepat untuk membentuk kebiasaan baru. Oleh karenanya, tuliskan kebiasaan-kebiasaan baru apa yang ingin dibentuk. Lakukanlah saat Ramadhan ini.

Kelima, carilah forum, majelis ilmu atau komunitas yang sejenis untuk memperkuat kualitas sekaligus kuantitas ibadah kita. Tidak ada yang menjamin Ramadhan saat ini akan sama dengan yang akan datang. Lakukan sekarang, jangan menunda kesempatan emas mendapatkan ampunan, rahmat serta karunia pada Ramadhan ini. Wallahu’alam bishawwab

Comments

comments

SHARE
Previous articleDNA MANUSIA TERBAIK
Next articleKEBANGKRUTAN HAKIKI
mm
Penulis adalah guru dan sekaligus dosen. Doktor Ilmu Pendidikan ini mencintai dunia tulis menulis, khususnya berkaitan dengan isu keIslaman. Memiliki motto, meminjam ungkapan Ustadz Yusuf Mansur, Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus.