SEKALI LAGI TENTANG SUKSES

0
164

Kaya bukan cerminan sukses. Karena bila kekayaan melimpah merupakan sukses, maka Qarun adalah orang sukses. Namun buktinya tidak demikian. Qarun, yang merupakan sepupu Nabi Musa a.s dihujat sedemikian rupa atas kesombongannya tersebut. Ia menyebut bahwa harta kekayaannya merupakan hasil kecerdasan dirinya. Nampaknya saat ini tidak ada seorang pun yang dapat menyamai harta kekayaan Qarun. Kunci-kunci rumahnya terbuat dari emas yang dibawa oleh orang-orang perkasa. Lalu kita semua tahu akhir cerita Qarun. Ia ditenggalamkan Allah Swt bersama seluruh hartanya.

Bila Qarun adalah simbol sukses, maukah nama anak kita dinamai Qarun? Tentunya tidak!

Pangkat, jabatan dan kekuasaan bukanlah simbol sukses. Firaun merupakan sosok yang pernah ada dengan jabatan dan kekuasaan yang dimilikinya. Tidak ada yang menyamai luasnya kekuasaan Firaun. Hingga ia ditasbihkan sebagai tuhan yang di sembah. Namrudz juga demikian. Penguasa Babilonia Kuno ini merupakan salah satu raja dunia yang saking besarnya kekuasaan yang dimilikinya, ia, seperti halnya Firaun, menyebut dirinya tuhan yang wajib di sembah. Kedua sosok ini, di akhir cerita, kurang lebih bernasib sama. Dihinakan, dimusnahkan.

Bila Firaun dan Namrudz dengan pangkat, jabatan dan kekuasaannya merupakan simbol sukses. Akankah nama anak kita dinamai Firaun atau Namrudz? Pastinya tidak!

Cerdas bukan merupakan sukses. Karena Iblis adalah sosok cerdas. Ia mengetahui darimana ia diciptakan. Karenanya ia tidak mau bersujud kepada Nabi Adam a.s karena Adam diciptakan dari tanah, sedangkan dirinya dibuat dari api. Iblis menganggap, api lebih mulia dari tanah hingga ia langgar perintah Tuhannya.

Tentunya, tidak mungkin anak kita dinamai Iblis sebagai bentuk keinginan agar mengikuti langkah sukses.

Islam mengajarkan bahwa sukses adalah masuk surga. Menjadi penduduk surga berarti mendapat rahmat Allah Swt, tanpa memandang ia kaya raya, memiliki jabatan penting atau memiliki kecerdasan yang luar biasa. Sukses adalah ia taat kepada Allah Swt tanpa tapi dan hingga akhir kehidupannya. Maka itu yang seharusnya kita kejar dan ajarkan kepada anak keturunan kita. Wallahu’alam bishawwab

 

SHARE
Previous articleDUNIA DAN VISI HIDUP MUSLIM
Next articleBAHAYA MEREMEHKAN DOSA
mm
Penulis adalah penggiat literasi, sekaligus pendidik. Doktor bidang Ilmu Pendidikan ini memiliki visi memberdayakan pendidikan dengan pola pikir Islam. Bermoto Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus. Hidup untuk Yang Maha Hidup.