Aku tidak bisa melepaskan genggamanmu, yang sudah mau menggenggamku.

0
1732

Untuk genggamanmu wahai abiku, aku tidak ingin genggaman ini putus. Karena kejadian yang sudah terjadi selama ini. Sakit dan kecewa yang cukup dalam ini, tidak bisa mengubah bahwa kamu adalah abiku. Bahwa aku adalah darah dagingmu. Dan kamu adalah lelaki pertamaku. Terimakasih sudah mau mempertahankan genggaman ini. Walaupun jarak dan komunikasi, sekarang menjadi hambatan. Tapi aku yakin, akan ada saatnya luka ini sembuh. Kesalahan-kesalahan selama ini sudah diperbaiki. Walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama. Masih ada waktu, sampai kita bertemu lagi di kehidupan selanjutnya.

Untuk genggamanmu wahai umiku, aku tahu tidak cukup ucapan terimakasihku untukmu. Mau setinggi jarak bintang disana, seluas samudra yang terbentang. Itu tidak akan cukup untuk membalas semua kasih sayangmu, yang kau berikan untukku. Tetaplah menggenggamku dengan erat. Karena genggaman darimu adalah salah satu sumber kekuatanku menghadapi dunia yang penuh kefanaan ini. Aku tidak tahu, akan menjadi apa aku tanpa sebuah genggaman hangat yang penuh dengan energi luar biasa ini. Ketika waktu kehidupan selanjutnya tiba, engkau bisa melepaskan genggaman ini, jika kamu mau. Dan aku sangat bersyukur telah menerima semua dari-Nya, lewat genggamanmu. Terimakasih, aku mencintaimu.

Untuk genggamanmu wahai adik-adikku. Tanpa genggaman kalian, aku tidak begitu percaya diri menjadi kakakmu. Karena kehadiranmu, aku harus bertanggung jawab atasmu. Mengarahkanmu dan menjagamu berada dalam jalan penuh keridhoan-Nya. Maafkan aku yang tidak sepenuhnya menjadi seorang kakak yang baik. Aku yakin kalian bisa lebih baik, dari aku seorang kakak yang cukup sederhana ini. Tapi ingatlah, tanpa Allah SWT kita tidak ada apa-apanya.

Untuk genggamanmu wahai teman bahkan sahabatku, aku sangat bersyukur kamu mau menggenggamku. Walaupun terkadang aku datang ketika sepi, ketika aku membutuhkan telingamu untuk mendengarku, mulutmu untuk mengingatkanku dan mendukungku. Maafkan aku yang tidak selalu bisa ada, denganmu ketika kamu membutuhkan hal yang sama juga. Bahkan kadang mengabaikan saran baik yang kau utarakan untukku. Kesetiaan didalam genggaman ini, semoga berlangsung lama dan tetap bersama menuju jalan penuh keridhoan-Nya.

Untuk genggamanmu wahai pria yang akan menjadi separuh hidupku, dan namamu yang masih menjadi rahasia-Nya saat ini. Terimakasih kamu sudah mau memutuskan untuk memilih genggamanku, untuk berjalan bersama menuju surga-Nya. Walaupun aku tidak bisa menjanjikan, dapat menjadi makmummu yang baik. Tapi aku yakin sekali, bahwa kamu adalah imamku yang akan selalu menjaga, mengarahkan, mempastikan aku akan selalu bahagia dan beratanggung jawab atasku. Kita dipertemukan atas kehendak-Nya maka ketika tidak berjalan baik, kembalilah dan serahkan semua pada-Nya. Karena aku hanya manusia biasa dari hasil pilihanmu. Kelemahanku adalah kelebihanmu, begitu juga sebaliknya.

Tapi sekarang aku masih berada dalam waktu, menyiapkan diri untuk dipertumakan oleh-Nya nanti. Aku akan tetap berusaha untuk menunggu dengan sabar, agar menjadi pilihan hidupmu yang tidak akan kamu sesali. Karena wanita memang kodratnya menunggu. Dan aku yakin kamu, juga sedang berusaha untuk memantaskan diri untuk menjemputku dihadapan abiku nanti. Dengan penuh kemantapan dan kesiapan yang akan kamu bawa. Itu semua Karena-Nya, sang pemilik segalanya. Tanpa-Nya , kamu tidak akan bisa menjadi apa-apa. Untuk sekarang, temui aku disepertiga malammu. Semoga kita dapat menjadi sebuah pasangan yang penuh dengan keridhoan-Nya. Aamiin yarabbalalamin.

 

Comments

comments