Bagaimana rasanya cinta kepada seseorang?

0
2057

Bagaimana rasanya cinta kepada seseorang?
Bagaimana rasanya takut kepada seseorang?
Aku pernah mencintai seseorang, dan aku sempat bingung.
“Aku mencintainya, atau aku takut sendirian?”
Walaupun aku tahu betul apa jawaban dari pertanyaan itu.
Aku tak mau mengakuinya, aku bersikeras bahwa “Aku mencintainya.”, itu lebih cocok dengan jawabanku.
Tapi setelah ku pikir.
Kurasa, “Aku hanya takut menjalani kehidupan ini dengan sendirian.”.
😌
Sebenarnya, ada nggak sih perasaan ‘Cinta’ dalam pacaran itu?
Kurasa nggak, karena pasti setiap kita pacaran ada kalimat seperti ini.
“Aku cinta sama kamu, makanya aku takut kamu berpindah hati ke dia”.
“Aku cinta sama kamu, makanya jangan tinggalin aku!”.
Dan sebagainya.
😩
Bukankah, kalau dipikirkan kembali,
Kita ini hanya takut saja?
Dan karena ketakutan kita, kita jadi menuntut Si Pacar seperti tadi.
Nggak ada perasaan “cinta” dalam pacaran.
Perasaan “cinta” yang sebenarnya hanya ada dalam ikatan suci yang sah, yaitu menikah.
Perasaan “cinta” ada dalam Ibuk, Bunda, Ummi, Ayah.
Perasaan “cinta” ada dalam hati seorang Hamba kepada Tuhannya.
😊
Untuk sekarang ini, aku belum boleh mencintai lagi.
Untuk sekarang ini, aku hanya boleh mencintai Allah SWT dan Ayah Bundaku, juga keluargaku.
Takut karena ditinggalkan oleh Allah SWT,
Jauh lebih menyakitkan, daripada ditinggalkan oleh manusia.
😳
Ketakutan kepada Allah SWT, justru akan menambah kedekatan dan ketaat kita pada Sang Kuasa.
Menambah ketentraman hati, dan pikiran.
Belum lagi, mungkin karena saking taatnya kita, sampai-sampai Allah SWT memberikan hadiah untuk kita.
Sedangkan, ketakutan kepada manusia, justru akan menambah sesak di dada, beban pikiran, kalut, dan penyakit hati lainnya.
😚
Maka, aku berani menegaskan,
“CUKUPLAH ALLAH SWT BAGIKU!”.
.
📷 by KittyPlay
📝 by @sansa_sna

Comments

comments