Jatuh cinta itu sebenarnya menyakitkan. Sangat menyakitkan jika tidak dapat mengendalikannya dengan benar

0
3054

Jatuh cinta itu sebenarnya menyakitkan. Sangat menyakitkan jika tidak dapat mengendalikannya dengan benar.
🌼
Gelisah sepanjang hari jika tidak ada kabar darinya. Sedih jika ia tidak membalas pesanmu. Menangis jika ia marah padamu.
🌼
Kalau direnungkan lagi, cinta yang kau rasakan itu jauh lebih banyak membawa kesedihan dan kegelisahan dari pada kebahagiaan dan ketenangan hati.
🌼
Baiklah, kalaupun kau tidak pacaran namun hubungan yang kau jalani itu tidak ada bedanya dengan orang berpacaran. Sering menanyakan kabar dan memberi perhatian bahkan ada panggilan khusus, ‘sayang’ misalnya. Maka sama saja dengan pacaran.
🌼
Jika ia tinggalkanmu sebentar saja maka gelisah lah hatimu. Akhirnya hubungan kalian terasa membosankan baginya. Ia menjauh dan tak pernah menghubungi lagi. Kegalauan melanda hatimu berhari-hari karena merasa kehilangan sang pujaan hati. Astagfirullah..
🌼
Lalu apa yang kau lakukan? Mendekat pada Allah lah jawabannya. Jika kau tidak tergoda bisikan syaitan, kau akan istiqomah mendekati Allah namun jika syaitan berhasil menghasutmu, kau akan kembali mencari ‘cinta’ yang lain. Berbuat maksiat seperti sebelumnya. Jika bosan, kau ditinggalkan lagi.
Dan begitu seterusnya..
🌼
Apakah kau rela jika hati ciptaan Allah itu hanya menjadi tempat persinggahan cinta yang salah banyak orang. Relakah?
Disakiti berulang kali, jika jatuh mengadu kepada Allah. Ketika telah sembuh kembali melakukan maksiat, tidak malukah?
🌼
Sesungguhnya jangan lakukan demikian, sekali-kali jangan!
Coba renungkan…
.
📝 @mirnanurs

Comments

comments