Debat Capres-Cawapres, Generasi Milenial Harus Kritis

0
1044

Malam nanti, Kamis 17 Januari 2019 debat perdana capres-cawapres akan dilaksanakan. Ini merupakan debat pertama dari sekian banyak debat yang akan dilakoni dua paslon. Debat malam nanti akan mengusung tema Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Korupsi, dan Terorisme.

Menarik untuk kita cermati, bahwa debat ini bukan hanya disaksikan oleh para eksekutif, akademisi, pengusaha, birokrat, melainkan juga para mahasiswa, para remaja, dan sederajatnya. Artinya ada kaum milenial yang akan menyaksikan debat tersebut. Lantaran pemilihan presiden dan wakil presiden nanti akan sangat menentukan semua golongan.
Sebagai sebuah generasi yang memiliki jumlah suara separuhnya, sudah sepantasnya ajang debat nanti bukan saja dianggap sebagai tontonan informatif, tetapi juga menjadi sarana untuk menganalisis dan mengkritisi.

Mengapa perlu adanya analisis dan kritikan terhadap acara debat nanti? Setidaknya ada dua hal: (1) karena satu paslon adalah petahana, (2) karena penantangnya adalah orang baru yang diharapkan membawa pembeda dari sebelumnya.

Pertama tentunya kita harus kritis terhadap petahana yakni Joko Widodo. Hal itu disebabkan karena ia pernah memimpin dan memberikan janji-janji politiknya 5 tahun yang lalu. Kita sebagai generasi milenial harus kritis terhadap kinerja yang sudah dijalankan. Bagaimana pencapaiannya, apakah banyak janjinya yang terealisasi? Atau justru banyak janjinya yang belum dipenuhi.

Kedua bagi penantang, kita juga harus kritis terhadap visi misi yang dijual kepada publik. Apakah visi misinya memang menjawab problematika yang terjadi di negeri ini? Apakah mereka akan membawa perubahan atau justru sama saja dengan pemerintahan saat ini?
Generasi milenial harus menunjukkan kekritisannya dalam memilih pemimpin. Jangan sampai cap ikut-ikutan melekat pada generasi milenial. Terlebih jika ia muslim dan muslimah. Generasi milenial yang muslim dan muslimah juga harus melihat sejauh mana keseriusan mereka untuk mau menerapkan hukum syariah. Karena bagaimana pun juga pada faktanya negara ini adalah negara yang memiliki jumlah umat Islam terbesar di dunia.

So bagi kalian, kritis bukanlah hal yang buruk justru itu baik bagi perkembangan negara ini untuk menuju negara yang lebih baik lagi ke depannya.

Penulis : Budi Santoso
Follow IG : @budisantoso1318

Comments

comments