Belajar Dari Hijrahnya Uki Noah

0
1634

Belajar Dari Hijrahnya Uki Noah

Panggung hiburan kembali dikejutkan dengan hijrahnya musisi senior dari band papan atas yang selama ini menghiasi jagat hiburan tanah air. Ia adalah Uki Noah. Uki Noah –sapaan akrabnyap- kini memantapkan diri untuk berhijrah.
Uki yang nama lengkapnya adalah Muhammad Kautsar, mengalami kegundahan hati selama beberapa hari ke belakang sebelum memutuskan untuk mantap berhijrah. Apa yang digundahkan oleh Uki Noah ini? itu adalah soal musik yang selama ini menjadi platform dari pekerjaannya.
Uki mengatakan dengan sangat gamblang, saat menghadiri kajian ust. Syafiq Riza Basalamah. Ia mengatakan bahwa resah tentang hukum musik. Dan mempelajari bagaimana hukum musik itu bukan hanya dengan satu atau dua kali pengajian saja.
Dari pengalaman Muhammad Kautsar ini, kita bisa memetik hikmah bahwa seharusnya dalam diri kita terpancar sikap skeptis akan profesi yang dijalani. Skeptis adalah rasa ingin tahu tentang suatu hal yang masih belum jelas kebenarannya. Sikap Uki pantas kita apresiasi karena ia telah skeptis terhadap profesinya.
Teman-teman hijrah sekalian. Banyak dari kita yang bodo amatan terhadap profesi yang kita jalani. Disebabkan sulitnya mencari pekerjaan, lantas hukum halal dan haram pun kita bablas. Yang penting bisa mendapat uang dan tetap makan.
Dalam konsep takdir dan pilihan, rezeki adalah takdir, sedangkan pekerjaan adalah pilihan. Rezeki itu Allah yang menentukan sedangkan pekerjaan kita yang memilih. Kita bisa memilih untuk bekerja sebagai konsultan, pengacara, hakim, dosen, dan sebagainya. Tapi kita juga bisa bekerja sebagai pembunuh bayaran, debkolektor, pegawai bank konvensional. Semua adalah pilihan kita.
Maka dari itu sedari dini, kita harus lebih meyakini konsep rezeki yang mana itu adalah takdir Allah. Dan kita juga harus mengupayakan betul pekerjaan-pekerjaan yang memang diperbolehkan oleh syariah. Walau rezeki adalah takdir Allah, tapi mengupayakan rezeki untuk bisa kita petik dengan jalan pekerjaan yang halal adalah usaha kita.
Allah Swt berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d, 11)

Comments

comments