Kunci mendapatkan DIA

0
3719

 

Seseorang yang dewasa baik itu laki-laki maupun perempuan, tentu saja memiliki perasaan cinta. Perasaan tersebut muncul dari naluri seksual yang alamiah terdapat pada diri manusia. Rasa itu muncul tatkala ia sudah dewasa dan bertemu orang yang selama ini ia harapkan kehadirannya.
Namun terkadang untuk mendapatkan orang yang diharapkan tidak selalu mulus. Banyak jalan terjal yang selalu menghadang di setiap langkahnya. Dan berujung pada ketidakberhasilan dia untuk mendapatkan orang yang dicintainya.
Tulisan ini tidak akan menjelaskan perihal teknis dalam mendapatkan seseorang yang kita cintai. Tentunya banyak orang yang sudah mengetahui soal perihal teknis seperti berta’aruf, mengkhitbah, dan menikah. Tapi tulisan ini akan mencoba mengupas dari sudut pandang spirit mendapatkan dia.
Ada nasihat yang baik dari Imam Al-Ghazali untuk teman-teman yang kini sedang berusaha untuk mendapatkan dia, “Bersabarlah. Untuk mendapatkan apa yang engkau inginkan, maka engkau harus bersabar dari apa yang kau benci.”
Pointnya adalah bersabar. Teman-teman dalam mendapatkan seseorang baik hati maupun raganya kita musti bersabar. Tidak bisa kita melakukannya dengan cara grusa-grusu, ceroboh, tanpa perhitungan, dll.

Intinya adalah sabar. Namun sabar pun bukan berarti anda diam, melainkan tetap ada usaha yang harus anda lakukan. Apa itu? Cari tau apakah dia ingin menikah atau tidak. Jika dia sudah ingin menikah, maka ajak lah dia ta’aruf. Itu langkah awal dan ikuti langkah-langkah selanjutnya dalam proses pernikahan.
Kita semua paham bahwa kesendirian adalah posisi yang banyak orang benci. Semua serba dilakukan sendiri. Di saat teman-teman kita kemanapun selalu berdua dan kita masih sendiri, bersabarlah. Walaupun kita membenci itu.
Jika kesabaranmu membuat hati mu gelisah, maka ingatlah firman Allah ini:
“Ingat lah, bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13], ayat 28)
Semua kegelisahan yang dirasakan oleh setiap orang yang mengharapkan si dia memang wajar. Dan itu adalah sesuatu yang alamiah. Justru aneh ketika ia mengharapkan seseorang tetapi dalam hati dan pikiran nya tidak ada kegelisahan yang dirasakannya.
Pointnya adalah anda bersabar dalam kesendirian dan kegelisahan. Tetapi juga anda harus memantaskan diri. Karena tiada yang lebih indah dari dua raga yang saling menjaga, tidak bertemu tapi saling menunggu, tidak berpapasan, tapi saling memantaskan.
Insya Allah jika semua, baik anda dan dia sudah layak di mata Allah, maka bumi pun tidak akan mampu menahan pertemuan anda dengannya. Justru bumi akan memudahkan langkah anda agar bisa bertemu dengan dia yang selalu anda sebut dalam doa. Insya Allah.

Penulis: Budi Santoso
Follow di IG: @budisantoso1318

Comments

comments