Apa pandangan islam ketika orang yang kita cinta ternyata di pinang orang lain.

0
3516

Ketika kita punya perasaan ingin memiliki seseorang baik itu kepada laki-laki maupun kepada perempuan, pastinya kita akan melakukan segala upaya yang bisa kita curahkan untuk mendapatkan dia. Bisa dengan cara mencari tau semua informasi tentangnya, atau berencana langsung untuk menawarkan ta’aruf dan mengkhitbah.

Namun begitu, seringkali perjalanan cinta kita tidaklah selalu mulus seperti halnya dalam cerita-cerita novel yang banyak bertebaran. Cinta kita justru mengalami rintangan, dan berujung pada pil pahit yang harus kita telan. Apa itu pil pahitnya? Dilamarnya orang yang kita cintai.

Pada titik ini memang perlu rasanya pendewasaan diri dalam menyikapi. Kita tidak boleh merusak suatu hubungan yang sudah diikat dalam ikatan yang sakral. Justru kita harus mensupport orang yang tengah dalam pinangan orang lain agar dalam perjalanannya berjalan mulus sampai ijab-kabul terucap dari sang mempelai pria.

Teman-teman hijrah, kasus seperti itu sudah lazim dalam dunia percintaan. Bagi mereka yang mengalami pasti akan mengerti bagaimana rasanya. Namun begitu perasaan yang terpendam dalam jiwa jangan pernah diluapkan hingga beresiko pada gagalnya pertunangan orang lain. Bagaimana pun pil pahit tersebut harus kita telan tanpa sepengetahuan orang lain. Dan itu adalah cara yang terbaik.

Begitulah Islam mengatur. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari bahwa Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhu menuturkan:

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang sebagian kalian membeli apa yang dibeli saudaranya, dan tidak boleh pula seseorang meminang atas pinangan saudaranya hingga peminang sebelumnya meninggalkannya atau peminang mengizinkan kepadanya.” HR. Al-Bukhari (no. 5142) kitab an-Nikaah.

Meminang wanita di atas pinangan orang lain adalah tindakan yang haram dan itu adalah dosa. Jadi tidak boleh bagi kita selaku umat Islam untuk menggangu hubungan orang lain yang sudah diikat dalam ikatan yang sah. Menjadi pertanyaan, bagaimana kita menyikapinya?

Yang paling baik adalah dengan mencari orang lain yang barangkali bisa menerima kita. Tapi kalau ternyata kita masih mengharapkannya, dalam hadits tersebut dijelaskan sampai pinangan dari orang sebelumnya membatalkannya atau si peminang mengizinkannya. Wallahu’alam

Comments

comments