RAMADHAN MENYAPA: APA KABAR IMAN?

0
1765

Tinggal menghitung waktu, Ramadhan akan segera menyapa. Sebagai mukmin seharusnya terdapat perasaan suka cita, senang dan bahagia. Semakin mempergiat doa untuk ditakdirkan bertemu dengan tamu agung ini. Bila bertemu dengan calon mertua, calon istri/suami, atau pejabat penting segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan prima, apalagi bertemu dengan bulan Ramadhan yang menentukan masa depan kita yang hakiki. Para shahabat radhiyallahu anhum senantiasa memanjatkan doa untuk dipertemukan dengan Ramadhan selama enam bulan berturut-turut, disamping berharap agar seluruh amal shalih pada Ramadhan di terima di sisi Allah Swt.

Al imaanu yazid wa yankus” Iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang. Maka Ramadhan dapat mensituasikan kondisi keimanan kita (jauhul imaani). Namun demikian, tentunya perlu persiapan untuk menghadapi Ramadhan. Bukankah hal-hal baik harus juga dipersiapkan, dibuat target, agar waktu tidak berlalu begitu saja.

Pengkondisian kita dalam menyongsong Ramadhan adalah dengan memulai kembali amalan yang sering dilakukan pada saat Ramadhan, seperti membaca Al-Quran (tadarus). Sebaiknya mulai ditargetkan pula, bila tahun lalu hanya membaca Arabnya saja, maka sekarang ditambahkan dengan membaca dan memahami artinya. Begitupula dengan ibadah lain, seperti dzikir pagi dan petang, shalat Dhuha, atau sedekah perlu dimulai kembali. Bagi yang sudah terbiasa melakukan ibadah tersebut perlu meningkatkan secara kualitasnya.

Bila muncul rasa malas disebabkan harus menahan lapar dan dahaga, atau tidak termotivasi untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunah, maka perlu kita harus merenungkan bahwa bermilyar-milyar manusia yang sudah wafat saat ini tengah meminta kepada Allah Swt untuk dihidupkan kembali agar mereka dapat beribadah kepada Allah Swt. Demikian pula, banyak manusia yang tidak diberi kesempatan untuk menyapa dan beribadah di bulan Ramadhan. Seandainya mau bertukar peran dan kesempatan, nampaknya jasad-jasad yang tengah menunggu dibangkitkan akan berbahagia apabila mereka dihidupkan kembali, diberi satu kesempatan untuk beribadah, menjadi hamba-hamba mukmin. Maka, bagaimana dengan kita yang masih memiliki kesempatan waktu sementara tidak menyiapkan secara matang?

Adalah penting untuk bertanya kepada diri kita, apa sejatinya tujuan hidup kita ini? Apakah semata-mata untuk menumpuk harta benda yang pasti akan ditinggalkan dan dengan itu kita menduga diri kita bahagia? Ataukah tujuan hidup kita ini untuk mendapat surga Allah Swt? Bila jawaban terakhir ini adalah pilihan kita, maka Ramadhan adalah momen tepat untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala, disaat Allah Swt turunkan bonus pahala berlimpah-limpah. Semoga kita semua dipertemukan pada bulan mulia tersebut. Aamiin. Wallahu’alam bishshawwab

Comments

comments

SHARE
Previous articleInilah 10 Keutamaan Sedekah salah satunya men….
Next articleISLAM DAN KEBAHAGIAAN
mm
Penulis adalah penggiat literasi, sekaligus pendidik. Doktor bidang Ilmu Pendidikan ini memiliki visi memberdayakan pendidikan dengan pola pikir Islam. Bermoto Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus. Hidup untuk Yang Maha Hidup.