RACUN SUKSES

0
743

Setiap kita pasti menginginkan sukses dunia dan akhirat. Apapun caranya. Doa sapu jagad selalu membasahi bibir kita, “Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa kina azabannar” Namun apakah disadari pula oleh kita bagaimana cara menempuh sukses tersebut?

Sukses, dalam pembahasan ini, bermakna positif. Pencapaian hidup yang melampaui kebutuhan dasar. Memiliki tempat tinggal, sekolah, tidak kelaparan, berkendaraan. Dalam karir, memiliki kedudukan tinggi. Di pendidikan, mendapatkan nilai tinggi, lulus dengan predikat dengan pujian.

Namun pernahkah terpikirkan, dalam meraih sukses tersebut, ternyata ada racun (toxic) yang terikutkan. Mencapai apa yang kita harapkan, namun tubuh kita menderita (suffer), sakit. Bila belum terpikirkan mengenai racun ini, perlu kiranya untuk mendeteksi gejala racun sukses ini lalu mengelolanya agar kesuksesan yang diraih benar-benar sejati.

Pernahkah anda marah-marah, stress dan tertekan bila akan pergi ke tempat kerja atau sekolah atau tempat yang sebelumnya telah diagendakan. Ternyata saat mencapai ke tempat tersebut, anda dihadapkan dengan situasi yang diluar dugaan. Misalnya, macet, handphone tertinggal atau jemputan terlambat. Kemudian secara tidak sadar kita mengutuk peristiwa tersebut. Menyalahkan orang sekitar atau mungkin diri sendiri.

Contoh serupa lainnya. Anda menjemur sepatu. Lalu anda pergi sebentar ke warung, tiba-tiba hujan, sepatu  anda yang mulai mengering akhirnya basah kembali. Respon anda adalah mengutuk hujan. Menyesal.

Anda akan presentasi di kelas. Sebelumnya sudah diatur siapa yang akan mempresentasikan bagian-bagian tertentu. Namun disaat hari H, beberapa orang yang anda beri amanah tidak muncul batang hidungnya, atau terlambat. Contoh-contoh ini, bila itu benar-benar terjadi, apakah dalam hati anda mengutuknya, menyalahkannya, atau anda meresponnya dengan tenang, banyak membaca istigfar?

Toxic success atau sukses yang beracun adalah situasi anda dapat mencapai apa yang anda mimpikan, namun proses mencapai hal tersebut dipenuhi dengan suasana yang tidak sehat. Stres, depresi dan penuh tekanan merupakan residu racun yang mewarnai sukses anda. Impian anda peroleh, tapi anda tidak menikmati posisi tersebut. Anda sakit. Badan terzhalimi dan pada ujungnya lingkungan anda berkarir pun tidak menyukai anda.

Sikut kanan kiri, strategi “panjat pinang”—anda mencapai posisi atas dengan menginjak kepala dan badan rekan anda, menjadi hal lazim yang kita amati. Ya, anda dihormati oleh rekan, staf dan sahabat anda. Namun apakah penghormatan mereka tulus? Bergantung dengan cara apa anda meraih sukses tersebut. Bila terlalu banyak rekan yang anda zhalimi demi mengejar sukses anda. Bisa jadi, penghormatan itu semu, palsu. Anda cepat dan lambat akan ditinggalkan dan dihinakan setelah anda turun dari jabatan anda. Menyedihkan, bukan?

Agar tidak ada racun dalam pencapaian sukses anda. Pastikan anda memiliki dan mempertahankan mindset sehat. Pencapaian sukses harus bersinergis dengan nilai (values) yang tentunya positif. Tidak menzhalimi rekan-rekan yang lain. Bila anda dihadapkan pada dua situasi. Sukses tapi dengan menyakiti rekan atau stuck pada posisi saat ini namun bisa bersinergis dengan rekan, maka pilihan kedua adalah pilihan yang bijak. Memenangkan kompetisi berkarir namun dengan sikut kanan kiri, menjelekkan orang lain, adalah kemenangan tidak terhormat. Sukses dunia, meski itu idaman siapapun, tetap berbatas waktu. Rumah mewah, mobil mahal, gaya hidup tinggi dan sejumlah kesenangan dunia lainnya, hanya dinikmati saat kita hidup, bukan? Setelah meninggalkan alam dunia, semuanya beralih nama.

Oleh karena itu, penting sekali memiliki mindset yang positif tentang bagaimana melihat dunia, values (nilai) kebaikan dan menjadikan hal tersebut sebagai prinsip hidup. Selama itu dapat dipegang dan dijalankan secara konsisten, insyaallah, toxic sukses dapat dihindari. Sehingga, sukses dunia pun bernilai tidak hanya untuk di dunia semata, namun juga akhirat. Masyaallah

Comments

comments

SHARE
Previous articleBAHAYA MEREMEHKAN DOSA
Next articleMINDSET SUKSES DUNIA AKHIRAT
mm
Penulis adalah penggiat literasi, sekaligus pendidik. Doktor bidang Ilmu Pendidikan ini memiliki visi memberdayakan pendidikan dengan pola pikir Islam. Bermoto Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus. Hidup untuk Yang Maha Hidup.