JANGAN ZHALIM, PLEASE! ALLAH TIDAK SUKA

0
579

Zhalim, berlaku sewenang-wenang karena memiliki kekuatan, kekuasaan dan kedudukan, salah satu sifat yang tidak disukai Allah Swt. Dalilnya, Al-Quran surat Al-Mukmin, ayat 31. Allah Swt berfirman:

Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.”

Dalam salah hadist shahih, dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau meriwayatkan dari Allah ‘azza wa Jalla, sesungguhnya Allah telah berfirman:

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.

Kisah yang mahsyur adalah fitnah (kezhaliman) yang dilakukan oleh seorang wanita bernama Arwa binti Uwais kepada Sa’id bin Zaid bin Amru bin Nufail. Wanita itu menuduh Sa’id telah merampas sebagian tanahnya. Wanita itu memviralkan fitnah keji pada penduduk Madinah. Kemudian Sa’id berkata kepada utusan Gubernur Marwan yang hendak mengurus sengketa tersebut. Sa’id berujar, Mereka menganggap aku telah menzalimi wanita tersebut. Bagaimana aku menzalimi dirinya, padahal aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:

Siapa yang menzalimi seseorang dalam hal sejengkal tanah, pada hari kiamat kelak ia akan dikalungi tujuh bumi.‘ (HR Al-Bukhari dan Muslim).”

Sa‘id ra. Kemudian berdoa karena ia telah dizalimi, “Ya Allah, sesungguhnya ia telah mengklaim bahwa aku telah menzalimi dirinya. Jika ia berdusta maka butakanlah matanya dan lemparkanlah ia ke dalam sumurnya yang di sana ia berselisih denganku. Tampakkanlah cahaya kebenaranku di tengah-tengah kaum muslimin bahwa aku tidak menzaliminya”.

Tak berselang lama setelah itu, mengalirlah air bah yang sangat deras dari jurang lembah di Madinah yang menyingkap batas pemisah antara tanah kedua orang tersebut. Akhirnya, menjadi jelaslah bagi kaum muslimin bahwa Sa‘id berada di pihak yang benar. Sebulan setelah itu, si wanita tersebut mengalami kebutaan. Tatkala ia berkeliling di area tanahnya, ia terjatuh ke dalam sumur.

Ada banyak cerita tentang bagaimana Allah Swt membalas kezhaliman seseorang di dunia. Sama sekali tidak ditangguhkan balasan atas orang yang zhalim. Seolah-olah Allah Swt menunggu ambang batas atau nishab zhalim seseorang, kemudian Allah Swt balas kontan sebelum ia wafat. Oleh karena itu, Rasulullah Saw mengingatkan dalam satu hadistnya,

“Waspadailah doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara ia dan Allah” (HR Bukhari).

Bila anda saat ini menjadi pimpinan, direktur, pemilik usaha atau pendidik, perlakukanlah staf anda, murid anda secara adil, tidak semena-mena. Koreksi mereka dengan kata-kata santun saat mereka melakukan kesalahan. Jangan anda kotori mulut anda dengan kata-kata kotor, comberan, kelas binatang yang hanya menjadi sampah saat didengar dan menjadi zhalim karena anda memperlakukan mereka di luar batas. Begitu pula, hati-hati dengan tangan anda yang sering digunakan untuk memukul, mengeluarkan darah muslim. Itupun adalah kezhaliman juga. Begitupula, berhati-hatilah dengan keputusan-keputusan anda, saat anda menjabat menjadi pimpinan atau penguasa. Setiap keputusan anda bisa berpotensi membuat kezhaliman bagi masyarakat. Itu semua, menunggu ambang batas atau nishab yang Allah Swt akan balas di dunia seketika, saat terdapat aduan hamba-hamba shalih yang terus tak henti-henti mengetuk-ketuk atau bahkan menggedor-gedor pintu langit. Hanya penyesalan dan ratapan yang tak berujung saat setiap kezhaliman anda di balas oleh Allah Swt di dunia dan juga di akhirat.

Berhentilah berbuat zhalim. Sungguh, Allah Swt tidak suka dengan orang-orang zhalim. Demi Allah. Wallahu’alam bishshawwab