HANYA ALLAH SWT TEMPAT MENGGANTUNGKAN HARAP

0
775

Seluruh alam semesta tidak mampu menimpakan kepada Anda sebuah keburukan yang tidak dikehendaki oleh Allah Swt. Seluruh alam semesta tidak mampu melindungi Anda dari sebuah keburukan yang telah Dia takdirkan.

Ash-Shamad adalah dzat yang seluruh makhluk bergantung kepada-Nya, yaitu berlindung kepada-Nya. Allah Swt sebagai Ash-Shamad adalah yang dituju dalam semua pengharapan. Yang dimintai bantuan dalam setiap musibah dan Yang dimintai tolong dalam setiap bencana.

Ini disebut dalam Al-Quran. Surat pendek namun menyamai sepertiga dari Al-Quran, yaitu surat Al-Ikhlas:

Katakanlah, “Dia-lah Allah, yang Mahaesa. Allah adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (Q.S. Al-Ikhlas: 1-2).

Dalam seluruh waktu, Anda membutuhkan Allah Swt. Jika Anda tidak kembali kepada-Nya dengan sukarela, Anda pun pasti akan kembali kepada-Nya dalam keadaan terpaksa.

Saat waktu panen tak kunjung tiba, petani membutuhkan hasil panen tersebut. Sementara air hujan tidak kunjung datang. Dia akan menengadahkan tangan ke langit seraya berkata, “Ya, Allah!”

Saat gelombang laut datang menghempas kapal. Turbulensi menerjang pesawat. Seketika seluruh penumpang terdiam. Dalam hati dan lisan mereka berkata, “Ya Allah!”

Saat di rumah sakit, monitor rekam jantung menampilkan garis yang hampir lurus. Denyut nadi dan nafas semakin melemah. Saat itu dalam benak Anda hanya akan ada satu nama, “Ya Allah”.

Kata Allah saja cukup untuk membungkam kedustaan terbesar dalam kehidupan. Dalam hati setiap manusia, dalam setiap sel-selnya, serta pembuluh darahnya terdapat bagian-bagian yang mengenal Allah Swt dengan baik, bersujud dan bertasbih kepada-Nya. Bahkan orang kafir sekalipun, saat masih kafir, ketika mendengarkan Al-Quran dia akan tunduk.

Salah satu kisah yang cukup terkenal adalah saat Rasululullah Saw pernah membacakan An-Najm kepada kaum musyrikin Mekkah di Masjidil Haram. Belum selesai beliau membacanya, mereka pun bersujud, mereka semua bersujud. Bahkan mereka yang dulu pernah mengusir , menyakiti dan merencanakan pembunuhan beliau, juga ikut bersujud!

Bagian-bagian dalam sel-sel tubuh dan pembuluh darah mereka memancarkan kekuatan iman yang dahsyat sehingga membuat mereka menyungkur dan bersujud.

Dalam kondisi kita seperti sekarang ini. Yakinlah, Allah Swt sebagai Ash-Shamad menjadi satu-satunya Dzat kita menggantungkan harap. Teruslah berdoa, mengetuk pintu langit dengan segala kerendahan kita. Berharap, Allah Swt mengangkat pandemi ini secepatnya.

 (Dikutip dan diseleraskan dari buku Li Annakallah, karya Ali Bin Jabir Al-Faifi, penerbit Arafah)

Comments

comments