KEKUATAN PERUBAHAN KECIL

0
266

A journey of a thousand miles begins with two tiny steps. Begitu pepatah Barat berucap. Ribuan kilo perjalanan di awali oleh satu langkah. Kitab klasik yang ditulis oleh para ulama besar yang berjilid-jilid, ditulis dari kata pertama, kalimat hingga halaman pertama. Tidak tiba-tiba instant hadir. Kendaraan melesat cepat, tetap dimulai dari gigi rendah. 

Orang-orang besar pun demikian. Mereka tidak tiba-tiba menjadi besar, terkenal dan sukses. Mewujudkan visi besar dilakukan dengan perbuatan-perbuatan kecil. Di sinilah pentingnya kita menghargai setiap perubahan kecil yang kita ciptakan. 

Dalam hidup pun demikian. Bila kita bercita-cita besar ingin husnul khatimah, konsisten dalam kebaikan, penghasilan besar, karir bagus dan keinginan lainnya, itu semua tidak dapat tercipta secara bersama dan instant. Tidak demikian. Semuanya melewati proses panjang, dan tentunya, dimulai dari hal kecil. 

Perubahan kecil di sini bukan berarti minimalis, seadanya dan hanya dilakukan sekali. Tidak demikian. Kecil namun konsisten, istiqamah. Perubahan itu yang dapat menimbulkan perubahan besar. Kita akan sampai pada akhir perjalanan bila langkah kecil itu dilakukan secara terus-menerus. Titik terjauh manapun bila ditempuh dengan sabar, lambat laun akan tiba. 

Hal-hal besar tidak ujug-ujug ada, tanpa adanya perubahan-perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten. Itulah mengapa dalam hadist, amalan kecil namun konsisten lebih dicintai Allah Swt dan Rasulullah Saw. 

Amalan apa yang paling dicintai oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? maka ‘Aisyah RadhiyallahuAnha menjawab,’Yang terus-menerus dilakukan.’ kemudian Masruq berkata lagi, ‘Diwaktu apa pada malam hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun untuk shalat?’ maka ‘Aisyah RadhiyallahuAnha menjawab, ‘Apabila beliau mendengar ayam jantan berkokok.’” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim). 

Juga dalam hadist berikut, 

 “Dan ketahuilah bahwasanya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Muslim 2818). 

Tidak mengapa kita memiliki visi besar, cita-cita besar untuk membangun peradaban manusia terbaik, misalnya. Berkeinginan mewujudkan Baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur, negeri adil makmur yang dicintai Allah Swt. Keinginan besar dan tidak mungkin dilakukan sendiri. Namun mimpi besar itu, tetap saja, diawali dan dilakukan melalui perubahan, langkah dan perilaku kecil yang konsisten. Wallahu’alam bishshawwab 

Comments

comments

SHARE
Previous articleVISI VISI VISI
mm
Penulis adalah penggiat literasi, sekaligus pendidik. Doktor bidang Ilmu Pendidikan ini memiliki visi memberdayakan pendidikan dengan pola pikir Islam. Bermoto Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus. Hidup untuk Yang Maha Hidup.