Menjadi Pemimpin yang Bijaksana

0
855

Inti dari organisasi adalah manajerial. Inti dari manajerial adalah kepemimpinan (leadership) dan inti dari leadership adalah pengambilan keputusan (decision making). Dalam konteks, pemimpin dalam dunia pendidikan, seringkali dihadapkan pada berbagai macam situasi yang kompleks, cepat dan sering berubah. Seorang pemimpin dituntut dapat mengambil keputusan yang tentu saja tidak hanya cepat, namun tepat dan sesuai dengan tuntutan zaman.

Sejatinya, seorang pemimpin perlu memiliki mindset yang bertumbuh (growth mindset). Pertama, ia memahami hakikat seorang pemimpin. Ia adalah leader bukan bos. Karakter seorang leader adalah melayani. Sebagaimana hadist Rasulullah Saw, “Semua adalah pemimpin, dan semuanya akan dimintai pertanggungjawaban dari rakyat yang urusinya.” Dari sini nampak, bahwa karakter seorang pemimpin adalah memberikan pelayanan. Kedua, dalam perspektif mutu, seorang pemimpin memiliki standar dalam membuat keputusannya. Tentunya, sebagai seorang muslim, standar yang digunakan dalam keputusan adalah halal dan haram. Ketiga, seorang pemimpin perlu belajar secara terus-menerus, sehingga ia dapat mencapai level kebijaksanaan (wisdom). Pada titik ini, saat ia dihadapi situasi untuk memilih dan mengambil keputusan, ia akan melihat suatu masalah dengan cara pandang luas (helicopter view) dan hati-hati dalam memilih opsi keputusannya.

Situasi yang serba cepat dan cenderung tidak dapat diprediksi mengakibatkan seorang pemimpin dalam dunia pendidikan perlu secara hati-hati dan bijaksana dalam membuat keputusannya. Apalagi persoalan seperti dilema etika, dimana pilihan yang tersedia adalah benar dan benar. Maka, ia perlu menelaah secara dalam. Menyikapi hal ini, tentu saja, akal kita mengalami keterbatasan. Meski data lengkap tersedia, masukan dari rekan sejawat tidak sedikit yang luar biasa rasional, namun tetap ada satu hal yang harus menjadi prinsip, sebagaimana yang diingatkan oleh Ali r.a. Tidak membuat keputusan disaat senang atau sedih. Tidak membuat keputusan disaat marah. Bawalah setiap keputusan yang akan dibuat kepada Allah Swt melalui shalat istikharah. Insyaallah keputusan yang dibuat adalah keputusan yang terbaik.

Ciri keputusan yang baik dan benar adalah ia memiliki prosedur yang tidak menyelisihi aturan Allah Swt, berdasarkan pengamatan terhadap fakta, bukti empiris, dan dapat dipertanggungjawabkan. Diputuskan sesuai kapasitas seorang pemimpin berdasarkan masukan dari rekan-rekan yang dianggap ahli dan terpercaya. Bahwa kemudian keputusan tersebut sesuai harapan semua, maka Alhamdulillah. Dampak keputusan tersebut baik. Bila pun keputusan tersebut ternyata di luar yang kita harapkan, yakinlah bahwa keputusan tersebut merupakan keputusan yang terbaik.

Terakhir, tingkat tertinggi yang harus dicapai oleh seorang pemimpin adalah kebijaksanaan (wisdom). Bijaksana berarti memutuskan sesuatu secara adil. Adil bermakna, sesuai tuntunan syariat Islam. Wallahu’alam bishshawwab.

Comments

comments

SHARE
Previous articleJABATAN
Next articleManusia Kaya
mm
Penulis adalah penggiat literasi, sekaligus pendidik. Doktor bidang Ilmu Pendidikan ini memiliki visi memberdayakan pendidikan dengan pola pikir Islam. Bermoto Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus. Hidup untuk Yang Maha Hidup.