SLOWING LIVING DAN PENCAPAIAN DUNIA

0
273
Keindahan alam yang sering terlewatkan

Apa yang Anda lakukan bila tiba-tiba dihubungi oleh ajudan bupati atau gubernur untuk menghadap bupati/gubernur besok pagi? Saya yakin, semua kita menjawab sama. Bergegas bersiap diri menanti esok, sambil bertanya-tanya apa gerangan yang akan terjadi. Kata kuncinya bergegas. Bagaimana jika informasi awal diberikan pada Anda, bahwa bupati/gubernur akan melantik Anda di jabatan baru yang strategis? Saya lebih yakin perasaan bahagia, mata berbinar-binar, sambil menyiapkan baju terbaik dan tidak kuat untuk bertemu esok. 

Sedikit manusia yang akan menolak tawaran sang bupati/gubernur atas tawaran tersebut. Mungkin menjadi manusia langka, bila ia merespon dengan sangat lamban, mempersiapkan seragam seadanya, dan tidak menganggap penting agenda esok. Saya rasa itu sangat mustahil terjadi. 

Bagaimana bila Allah Swt yang memberi tawaran kemenangan, kemudahan, keberuntungan dan kebahagian? Seharusnya kita lebih merespon secara cepat, sebagaimana firmanNya dalam Q.S Al-Ahzab ayat 36,

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”

Untuk urusan dan pencapaian dunia, kita dapat menerapkan slow living, santai, menikmati setiap hal yang terjadi, sehingga kita lambat merespon apapun yang berhubungan dengan dunia. Kita dapat menghindari pekerjaan yang mengharus bergerak cepat, mengejar tenggat waktu dan target. Kita dapat memilih aktivitas yang sesuai dengan passion, minat dan bakat tanpa memikirkan upah yang didapat.  Itu berlaku untuk urusan dunia. Karena dunia dalam perspektif Islam merupakan senda gurau dan permainan belaka. Tidak level bila dibandingkan akhirat. Sebagaimana firman Allah Swt,

“Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (QS al-An’am ayat 32).

Slow living untuk urusan akhirat tentunya keliru besar. Kita dikejar waktu dan kesempatan untuk menyimpan persediaan di kehidupan akhirat. Batas waktu kita ajal, sementara kita tidak tahu kapan malaikat maut menjemput kita. 

Bila dihubungi oleh pejabat, kepala daerah atau kepala negara saja, kita mampu bergegas, meski kita tengah bersama keluarga menikmati me time, tentunya bila Allah Swt yang memanggil kita melalui perantara adzan, Al-Quran, pendakwah dan orang-orang shalih lainnya, mengingatkan kepada kita untuk berbuat baik, beristikamah, dan taat kepada perintah dan larangannya, nampaknya tidak ada alasan untuk berleha, slow living dan mengabaikan itu. Bukankah tidak ada yang lebih penting dari urusan akhirat? Wallahu’alam bishshawwab

Comments

comments

SHARE
Previous articleMENIKMATI RUANG TUNGGU
mm
Penulis adalah penggiat literasi, sekaligus pendidik. Doktor bidang Ilmu Pendidikan ini memiliki visi memberdayakan pendidikan dengan pola pikir Islam. Bermoto Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus. Hidup untuk Yang Maha Hidup.